Articles by "Viral"


MK.Com - KPU provinsi, kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tahun 2020 sebanyak 270 daerah, dengan rincian sembilan pemlihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan walikota


Sembilan provinsi yang akan melaksanakan pemilihan gubernur meliputi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah.  Dua propinsi  yang seluruh daerah kabupaten/kotanya tidak melaksanakan pemilihan pada 2020 mendatang, yaitu Provinsi Aceh dan DKI Jakarta.


Di Sulsel. Terhitung ada 12 daerah yang akan melakukan pilkada serentak.  Hasil pengumuman KPU pilkada bupati, dan walikota tahun 2020 akan diselenggarakan pada hari Rabu,  tanggal 9 Desember 2020.


Berikut ini 12 daerah di Sulsel yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020:

1. Kabupaten Barru

2. Kabupaten Bulukumba

3. Kabupaten Gowa

4. Kepulauan Selayar

5. Kabupaten Luwu Timur

6. Kabupaten Luwu Utara

7. Kabupaten Maros

8. Pangkajene Kepulauan

9. Kabupaten Soppeng

10. Kabupaten Tana Toraja

11. Kabupaten Toraja Utara

12. Kota Makassar


Untuk Makassar, Pemimpin Redaksi Tabloid Harapan Rakyat memberi gambaran akan kandidat pemimpin Makassar.  Menurut Andi Ms Hersandy, Walaupun kandidat para Calon walikota dan Wakil Walikota belum secara resmi diumumkan setidaknya ini akan memberi Gambaran betapa ketatnya persaingan pilkada Makassar nantinya.


Berikut ini Ulasan prediksi Pemimpin Redaksi Tabloid Harapan Rakyat / https://www.harapanrakyat.id


"Saya bukan pengamat.  pengamat berarti mengamati dan tidak terjun langsung ke Masyarakat pemilih, hanya mengamati.  Sementara saya terjun langsung ke Masyarakat, Berbaur dan menayakan langsung ke Ribuan orang warga Makassar tentang pilihan mereka," jelas Andi


Khusus kota Makassar, persaingan calon walikota sangat keras.  Ada beberapa kandidat yang cukup mendapat perhatian dari masyarakat dan tentunya bagi partai pengusung.


Kita sama-sama tahui, dari raihan kursi partai politik di DPRD Makassar periode 2019-2024, tak ada satupun parpol yang memiliki 10 kursi di DPRD Makassar. hanya 3 Partai sama-sama memiliki 6 kursi terbanyak, yakni Nasdem, Demokrat dan PDIP. Sementara itu, 5 partai masing-masing mendapatkan 5 kursi yakni Golkar, Gerindra, PAN, PPP dan PKS.


Berikut Jumlah Partai pengusung untuk kursi DPRD Kota Makassar

Partai Nasdem 6 Kursi

Partai Demokrat 6 Kursi

Partai Golkar 5 Kursi

Partai Gerindra 5 Kursi

Partai PAN 5 Kursi

Partai PDIP 6 Kursi

Parta PKS 5 Kursi

Paratai PPP 5 Kursi

Partai Hanura 3 Kursi

Partai Perindo 2 Kursi

Partai Berkarya 1 Kursi

Partai PKB 1 Kursi


Menurut Andi Ms Hersandy yang pernah sukses memprediksi dengan surveynya sendiri pada Pemilu 2019 untuk Predkisi Caleg Lolos DPRD Kota Makassar 2019-2024, ada 4 kandidat kuat yang siap bertarung pada Pilwalkot nanti. 4 kandidat ini bisa saja tercipta di Pilkada Makassar. Prediksinya jika tak ada aksi borong partai maka itu akan besar kemungkinan tercipta sebagaimana Syarat parpol mengusung pasangan calon minimal 10 kursi dari total 50 kursi di DPRD Kota Makassar.


Prediksi ini juga berkaitan dengan tingkat kesukaan warga Makassar dengan calon-calon yang akan bertarung di Pilkada nanti.  Jumlah pasangan calon maksimal akan diikuti 4 pasang saja. Hasil itu juga bisa terjadi jika dukungan parpol sebarannya proporsional dan cukup merata ke masing-masing paslon,


Nama Dany Pamanto, populer sebab beliau mantan Walikota Makassar 1 periode.  Kemudian ia juga mendapat tempat di Partai Nasdem karena sukses memenangkan Partai Nasdem di Kota Makassar dan mampu mengalahkan Partai Golkar sebagai pemegang ketua DPRD Kota Makassar selama puluhan tahun lamanya. Nasdem akan menempat Dany sebagai kandidat kuat apalagi jika dipasangkan dengan Isteri ketua Nasdem Sulsel, Fatmawati Rusdi.


Dua partai yang hampir dipastikan mengusung Danny P yakni Partai Nasden dan Partai Gerindra. Dengan dua partai ini, Danny tak perlu kuatir lagi untuk tidak lolos sesuai aturan KPU 10 dukungan kursi diparlemen untuk mendapat jatah satu pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota 


Sebenarnya dari beberapa bukan yang lalu Calon yang satu ini menjadi Urutan pertama yang sangat Populer dan disukai warga Masyarakat.  Akan tetapi setelah dirinya menyatakan akan berpasangan Fatmawati Rusdi 


Kemudian ada Muh. Rizal (Dg. Ical), mantan wakil walikota yang jauh hari sebelumnya telah mengkampanyekan dirinya untuk menjadi walikota saat masih berpasangan dengan dany Pamanto di pemerintahan kota Makassar pada tahun 2023-2016 Apalagi Ical sangat pamiliar dikalangan Masyarakat karena dia memimpin PMI Kota Makassar dan juga sebagai kader Golkar saat ini. Dg. Ical akan mendapat dukungan dari Ilham Arief Sirajuddin mantan walikota dan Ketua Partai Demokrat Sulsel.  Dg. Ical sudah hampir dipastikan  akan berpasangan dengan kader PDIP, dr. Fadly Ananda.


Sayangnya Seorang Ical yang awalnya diususng oleh PKS akhirnya harus mengubah mimpinya untuk bersama partai Oposisi pemerintah ini.  Kepindahan PKS kelain hati tidak terlepas dari Pemanggilan Ical ke kantor DPP PDIP untuk bersama menemui ketua umumnya yang menerima Ical sebagai kader Partai.


Saat ini, hanya tinggal Dua Partai yang mengusung Dg. Ical, ada PDIP bersama PKB.  Satu Partai lagi yang digadang-gadang akan membantu Ical yakni Partai Hanura.  Jika 3 Partai ini mengusung Dg. Ical boleh dipastikan Ical akan lolos sesuai aturan KPU.


Penomena lain selain berpindahnya PKS kelain hati, setelah Ical disandingkan dengan Kader PDIP dan menjadi usungan PDIP, Beberapa pemilih ical akan undur diri untuk memilihnya pada pilwali nanti.  Ini terlihat dimedia sosial dengan memberikan pertanyaan, Apakah anda akan tetap memilih apabila Dg. Ical diusung oleh PDIP ?

Dari 1.037 akun yang dianggap akun Asli, 750 menjawab tidak akan memilih, 150 tetap memilih dan selebihnya masih mempertimbangkan.


Demikian juga saat menjumpai beberapa pemilih secara langsung dan mempertanyakan tentang Dg. Ical yang diusung oleh PDIP, dari 1.110, 735 diantaranya mengatakan tidak akan memilih Dg. Ical, 300 tetap memlih sementara selebihnya masih mikir-milkir.


Munafri Arifuddin (Appi), Ceo PSM tentu sangat populer.  Meski pada pilkada 2018 Munafri kalah dengan kotak kosong akan tetapi kans untuk menjadi Walikota sangat berpeluang dimana selama kekalahannya ia berbenah diri untuk mengambil hati masyarakat Makassar.  Appi sapan Munafri bisa jadi mendapat dukungan dari Aksa Machmud dan juga bisa dari Alwi Hamu ketika dipasangkan dengan Abdul Rahman Bando. 


Sebenarnya kekalahan Appi yang saat itu berpasangan Rahmatika (Ciu) oleh Kotak kosong akan membuat Appi bebenah diri apalagi saat itu ia diusung oleh Full Partai. Appi mkesti memeneliti, mempelajari apa kesalahan dirinya saat itu. Menurut  klami kekalahan Appi tahun 2018 adalah karena terlalu ngotot mendiskualipikasi kandidat lain (Danny P) sehingga membuat marap warga pemilih.  Dia dianggap ambisius yang btidak beranui bertarung.



Untuk kali ini, Meski Keluarga besasr ada dibelakan Appi, untuk saat ini kandidat satu ini masih sulit untuk jadi pemenang.  Akan tyetapi jika Appi bisa menerapkan door to door serta menghidufkan dukungan yang ada disekitasrnya misalnya menggerakkan Fans PSM Makssar dan juga yang lainnya maka Appi boleh jadi akan menjadi pemenang.

Irman Yasin Limpo (None), Adik kandung manta Gubernur Sulawesi Selatan yang saat ini tengah menjabat sebagai menteri Pertanian boleh nerbangga hati setelah baru saja mendapayt rekomendasi usungan dari PKS untuk menambah suara pemilih yang diikenal panatik Partai.


Sebelumnya None yang disandingkan dengan A.Zunun, NH sudah mendapatkan dua usungan partai masing-masing Golkar dan Juga Demokrat.


None dipastikan akan menjadi Kuda Hitam,  apalagi dirinya pernah menjadi Calon Walikota Makassar di 2013 lalu dan saat itu None berhasil menduduki posisi kedua dari 10 Paslon yang bertarung.  None dipastikan jauh lebih menguasai Pilkada 2020 ini, karena telah menganggap paradigma orang berubah. yang telah lebih efektif dan efisien untuk memakai standar digital.   None akan mengedepankan demokrasi yang waras.


Dari rangkaian pertanyaan ke Masyarakat luas, kami juga mempertanyakan kandidat tentang peluang None di Pilwali Makassar.  Untuk saat ini menurut warga Makassar, None masih kurang memasyarakat, belum menampakkan calon walikota yang sesungguhnya, akan tetapi masyarakat pemilih berharap dengan mengatakan jika None mempunyai tim yang solid untuk mempromosikannya maka boleh jadi pertarungan Akan dimenangkan None. 


Kami memprediksi jika Pilwali Makassar akan terjadi dua putaran, dan none akan masuk diputaran tersebut. maka kami memprediksi None-Zunnun  mendapatkan suara terbanyak dan akan dianugrahi sebagai Walikota terpilih.


"Dari ke-Empat kandidat, semuanya berpeluang sama, mereka semua mempunyai kelebihan" ungkap Pemimpin redaksi Tabloid Harapan Rakyat tersebut


Selain Empat nama yang diprediksi akan mengisi pertarungan Pilwalkot 2020 nanti, nama-nama seperti Sukriyansyah S, Latif, dr. Onasis, A.M Busrah Abdullah, Irman Yasin Limpo


erikut ini 4 prediksi Bakal Calon Walikota yang mendapat tempat terbaik dihati masyarakat dan Juga Partai.


Walikota

Dany Pamanto Kemungkinan didukung  Partai  Nasdem dan Gerindra

Muh. Rizal (Dg. Ical) Kemungkinan didukung  PKB, PDIP, dan HANURA

Munafri Arifuddin Kemungkinan didukung, Demokrat dan PPP,

Irman Yasin Limpo Kemungkinan didukung  Golkar, PAM dan PKS,


Berikut 4 calon Wakil walikota pendamping kandidat calon walikota yang banyak disebut-sebut oleh warga Makassar


Wakil Walikota

Fatwati Rusdi

Zunnun

dr Fadli Ananda

Abdul Rahman Bando


Calon-calon lain yang potensial

Sarifuddin Dg. Punna

Iryanto Baso Ince

Yankin Pajalangi

Suqrianyah S


Bongkar pasang Calon Walikota/Wakil Walikota bisa saja terjadi, karena bagaimanapun Partai Pengusung adalah kunci dari segalanya.  Tak mungkin suatu calon yang kuat di Masyarakat Pemilih tapi lemah di Partai Pengusung bisa menyatu, namun sebaliknya meski lemah di Masyarakat pemilih tapi kuat di Partai pengusung boleh jadi merekalah yang akan jadi pasangan apalagi jika ditunjang dengan Ekonomi yang mapan.  Namun yang pasti pemenang Pilwalkot tergantung dari Pemilih jika tak ada kecurangan. Suara-suara akan tercermin pada Pilpres kemarin.


"Apapun alasannya pada Pilwalkot nanti, suara warga pemilih akan berdampak pada pilpres 2019 lalu.  Misalnya suara Jokowi-Ma'ruf  yang suaranya didominan suara Non Muslim tentu akan tetap memilih kalangan Nasionalis dimana PDIP mengusung disitu ada suara mereka, karena mereka itu panatik dengan komitmennya meski diketahui PDIP adalah Partai terkorup. mengapa demikian ? karena mereka tak ada pilihan lain," ungkap Andi


Andi mencontohkan saat pilpres kemarin, berdasarkan rapat pleno KPU Kota Makassar, Kamis (16/5/2019), tercatat jumlah DPT di kota ini berjumlah 1.050.198 pemilih, dengan jumlah pengguna hak pilihnya 730.404.  Ini total suara dari 15 kecamatan yang ada di kota Makassar.  Dari penghitungan ini, diketahui suara sah berjumlah 721.105, dan suara tidak sah 9.299.  Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 304.115 suara dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 416.990 suara.


"Saya memprediksi jika ada kandidat Walikota yang akan diusung oleh PDIP untuk wilayah Makassar, dia hanya mendapatkan sebagian suara pemilih PDIP dan kemungkinan besar suara pemilih Partai pengusung lain akan berbalik arah dan tidak akan mendukungnya," jelas Andi.


Disamping itu, untuk suara usungan PDIP tidak sesolit pada saat Pilgub dan Pemilu serta Pilpres lalu.  Suara PDIP akan terpecah utamanya dari kalangan Muslim yang memilih legislator Muslim. Sementara Suara partai yang akan tetap Solid yakni hanya ada Empat Partai yakni, PKS, PAN, Hanura dan Berkarya.


Pelaksanaan Pilwalkot dan pendaptaran Calon Walkot dan Wawalkot masih beberapa bulan lagi, ada kemungkinan Muncul nama-nama Kandidat baru yang akan Lebih Populer dan disukai Masyarakat. .


Redaksi: Media


MK.Com - Musyawarah Kerja (Mukerda) DPD FPI Sulawesi selatan telah diselenggaran dengan penuh hikmah yang dihadiri oleh pengurus inti DPW FPI se-Sulawesi selatan

Menaggapi terlaksananya Mukerda DPD FPI Sulawesi selatan, Habib Faisal Bin Zein Al-habsyi selaku Imam Daerah mengatakan jika pelaksanaan Mukerda dianggap telah berhasil sukses dan barokah.

“insyaAllah,terbukti seluruh pengurus inti dari 14 DPW yg ada sementara ini semua terlibat mensukseskan Mukerda yang hadir dengan segala ide-ide inovatifnya saat Mukerda, Alhamdulillah dan ini sebuah bukti keberhasilan,” ungkap Habib Faisal 17/3/20

Ia juga menekankan bahwa terselenggaranya Mukerda tersebut bukan hanya sukses dan berhasil akan tetapi bermanfaat dan barokah dunia akhirat.

“Jadi bukan hanya sukses dan berhasil tapi insyaAllah manfaat dan barokah dunia akhirat. amin,” yakinnya

Mukerda (15/3/20)  yang diawali Diklat pengenalan ormas FPI secara rinci yg di sampaikan langsung oleh keluarga besar FPI dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI, dengan pemateri utama  oleh Sekretaris Umum DPP FPI, H. Munarman, SH dan Dua orang lainnya masing-masing oleh Uztas Haris, bendahara DPP serta Habib Ali bin Abubakar ketua (FMI) front mahasiswa islam

Imam Daerah DPD FPI Sulsel, mengungkapkan tujuan Mukerda adalah satu langkah dalam memantapkan kembali program-program kerja DPD FPI Sulsel hasil musda II tahun 2017 di Kab. Gowa, menyusun strategi kerja jangka pendek dan menengah kedepan degan menyesuaikan urgenitas kondisi ummat saat ini.


Dimana menurut Habib Faisal, banyak hal-hal baru yang harus didiskusikan bersama dengan melihat pergolakan yang sangat pesat dalam kehidupan ummat islam khususnya dan semua anak bangsa pada umumnya terutama pasca pilpres 2019 kemarin. “Inilah tujuan utama Mukerda saat ini agar eksistensi FPI khususnya DPD FPI Sulsel sebagai pelayan ummat tetap sesuai kondisi dan situasi ummat saat ini, disamping tujuan silaturrahmi sesama para pejuang-pejuang dan seluruh keluarga besar pengurus FPI se Sulsel,” jelas Habib Faisal

Selain itu ia juga mengungkapkan banyaknya program-program ke-kinian untuk kemajuan ummat yg di hasilkan Mukerda FPI kemarin, Diantaranya menguatkan peran serta Hilmi ( Hilal Merah Indonesia) dalam menangani masalah-masalah kemanusiaan di Sulsel, seperti tanggap bencana, bantuan-bantuan kepada masyarakat dalam berbagai aspek, Safari Ramadhan lembaga dakwah front, pemantapan kaderisasi front, penguatan kelaskaran front dan lain-lain.

Mengenai kiat kedepan sebagai langkai Ormas FPI menjalankan hasil Mukerda, Habib Faisal menekankan akan terus mengawal hasil Mukerda dan mengharapkan seluruh kepengurusan dari tingkat DPD, DPW, DPC, DPRa dan Seluruh sayap juangnya untuk bekerja semaksimal mungkin  dalam melaksanakan amanah yang dihasilkan pada Mukerda.

Ia juga berharap agar keluarga besar FPI untuk tetap mengaktifkan ta' lim mingguan disetiap DPW agar terus terjalin “ta'liqul quluub” penyatuan hati antara para pejuang FPI dan masyarakat setempat.

“Evaluasi mingguan DPD, DPW, Taklim Bulanan, Taklim mingguan  dan lain-lain inilah langkah-langkah kedepan untuk mengawal hasil Musda Gowa ( Dua tahun lalu) dan Mukerda kemarin,” harapnya.


“Untuk FPI sulsel, teruslah menjadi pelayan ummat dan perekat ummat secara kaffah tanpa membeda bedakan suku, agama dan ras, teruslah berjuang menegakkan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar dengan medan juang Da'wah, Hisbah dan Jihad FPI, Demi meraih Ridho Ilahi,” himbaunya.

‘Meniti jalan, menapak dunia, merangkul akhirat menuju NKRI BERSYARIAH, LILLAHITAALA’ demikian syair yang diungkapkan Imam Daerah DPD FPI Sulsel.

@2020: Alf



MK.Com- Dari entry Tribatranews Papua  dari Viralnya video berdurasi 5 menit yang beredar di media sosial perihal kasus penganiayaan sekelompok warga dijalan Trans Papua Paniai-Dogiyai, yang menewaskan salah seorang supir truck ditanggapi serius pihak Kepolisian Daerah Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura menegaskan akan menurunkan tim guna melakukan penyidikan dan penyilidikan lebih lanjut terkait kasus penganiayaan tersebut.

“Tim sudah kami turunkan dan kami akan coba klarifikasi dan mencari fakta guna mengatahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam kejadian itu,” ungkap Kapolda saat di wawancarai di Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (27/2) pagi.

Menurut Kapolda dari informasi yang didapatkan korban penganiayaan dicurigai merupakan pelaku tabrak lari yang menewaskan seorang warga asli setempat, namun faktanya salah sasaran.

“Saya secara pribadi prihatin terhadap kasus penganiayaan yang menewaskan supir itu. Yang jelas saya dapat informasi korban dicurigai merupakan pelaku tabrak lari terhadap korban yang meninggal, namun ternyata bukan dia sebenarnya, artinya salah sasaran. Dan kami akan tindak para pelaku,”beber Kapolda.

Disinggung adanya pembiaran yang dilakukan anggota saat ternyadinya kasus pengeroyokan? Kapolda mengungkapkan apabila ada upaya tegas dari anggotanya makan akan ada korban jiwa.

“Kalau saya bayangkan anggota melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat itu, maka akan ada korban juga kerena sebenarnya itu situasional. Seharusnya tidak dihakimi, mengingat korban sudah dalam pengawasan perlindungan kepolisian,”cetusnya.

Diketahui video berdurasi 5 menit yang viral diperbincangan warga netizen yang mempertontokan seorang seorang pria dianiaya sekelompok warga menggunakan batu kayu bahkan senjata tajam. Padahal dalam video tersebut korban sudah diamankan pihak kepolisian setampat, namun masyarakat tersebut terus melakukan penganiayaan hingga korban tewas di lokasi kejadian


Sementara itu Bhayangkara Polri.Com dalam rilisnya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Brigjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si melalui Kabid Humas AKBP Syamsu Ridwan, SIK meminta kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulbar agar mempercayakan penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian setempat.


“Percayakan saja kasus tersebut kepada Kepolisian, Insha Allah penanganannya akan dilakukan secara profesional,” tuturnya.


Kita harus tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di sulbar dan tidak terpengaruh dengan provokasi isu-isu berita hoax yang dapat merugikan kita maupun orang lain.

Kapolda juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga hukum harus di tegakan seperti apa yang di sampaikan oleh Kapolda Papua, akan menindak tegas para pelaku penganiayaan.


Bersamaan dengan itu, Kapolda Sulbar juga mengungkapkan bela sungkawanya turut prihatin atas kejadian penganiayaan yang mengakibatkan salah satu warga yang berasal dari Kabupaten Polman Sulawesi Barat menjadi korban, “semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima segala amal ibadah, serta keluarga almarhum diberi ketabahan.”

Hasil koordinasi dengan Polda Papua saat ini sudah diterjunkan tim untuk mengungkap kasus ini dan akan menindak tegas pelaku, Tegas Kapolda.

“Mari kita yang ada di Sulawesi Barat tetap menjaga situasi kamtibmas yang selama ini sudah aman dan kondusif, jangan terpancing dengan isu-isu dan provokasi dari pihak-pihak yang ingin membuat suasana tidak kondusif di Sulawesi Barat,” tegas Kapolda.

Seperti diketahui sebelumnya, Seorang warga Plman, Sulawesi Barat yang berprofesi sebagai  spir Truk diamuk dan dihakimi oknum warga Papua sampai tewas didepan aparat kepolisian yang bersenjata lengkap karena dituduh menabrak Babi dan seorang warga papua lainnya.

Dari pengakuan Sang isteri korban, bahwa suaminya yang bernama Yus Yunus tidak bersalah dan tidak melakukan penabrakan, dia difitnah.  Justru menurutnya, ia melaporkan kejadian perkara ke pihak kepolisian jika ada lakalantas.  Warga itu yang menabrak Babi, suaminya hanya menghindari lakalantas dan membanting setir kekiri mendekati TKP.

Red: Mk



MK.Com - Ormas Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa Ormas Islam lainnya di kota Makassar merasa tertipu atas tindakan pemerintah Kota Makassar yang membiarkannya menunggu selama 4 jam di ruang Ruang Rapat Sipakatau Balaikota Makassar. Jl. Jenderal Ahmad Yani.

Berdasarkan informasi dari Sekretaris DPW FPI kota Makassar yang juga hadir menanti kedatangan Pj Walikota bahwa hari ini (10/2/20) ada agenda pertemuan dengan pihak pemerintah Kota Makassar dengan berrbagai ormas Islam, akan tetapi Pj. Walikota ingkar janji dan tak satupun yang menemui mereka.

“Sudah dijadwal di agenda Pemkot. Waktunya pukul 10.00 Wita, kami berencana melakukan dialog tentang minuman keras dan Tempat Hiburan Malam (THM) yang menyalahi aturan dengan Pemkot Makassar, ungkap Syaiful Ayubi via WhatsApp Selasa sore (11/2/20).

Namun hingga pukul 14.00 Wita, tak satupun orang Pemkot menemui mereka. Mereka pun pulang.  Hal itulah yang membuat Kekecewaan pada diri Ormas Islam kota Makassar dengan sikap Pj. Walikota Makassar yang telah menjadwalkan dialog kepada Ormas Islam dan FPI terkait PERDA MINOL dan PERDA NO 5 th 2011.

Kedatangan ormas sebagai Perwakilan ummat Islam, FPI datang ke balaikota pada pukul 10:00 tgl 10 Feb 2020 bersama Ormas Islam lainnya.  Selain FPI diantara yang hadir, Forum Ukhwuah Islamiyah Sulawesi Selatan, Angkatan Muda Muhammadiyah, Gerakan Masyarakat Muslim Makassar.

Disamping itu hadir pula para Pimpinan Majelis Ta’lim Makassar seperti Majelis Daruttaubah dan Syabab Alawiyin.

Mereka semua menunggu hingga pukul 14:00, akan tetapi Pj. Walikota tidak juga menemui perwakilan Ormas Islam dan Majelis Ta’lim tersebut.

“ kami datang sesuai Prosedur kami telah menyurat 2x untuk hal dialog dan surat tersebut telah ditanggapi oleh Pj. Walikota dan beliau meminta kami untuk hadir, namun sepertinya beliau mempermainkan kami, telah menunggu lama tidak juga ada Pj. Walikota,” jelas Syaiful

Dengan sikap Pj. Walikota yang terkesan arogan dan tak menghargai mereka, ini membuat FPI dan Ormas Islam naik pitam, mereka marah atas sikap pj. Walikota.  Buntut dari itu, mereka mengancam akan kepung balikota..

“kami kecewa akan sikap Pj. Walikota yang tidak menghargai kedatangan Ulama dan Habib yang datang ingin da’wah dan berkoordinasi, oleh karna itu FPI akan kepung balikota pekan depan,“ ancam Sayful



Sebagaiman diketahui sebelumnya, dikota Makassar banyak diantara THM, Toko-toko atau kios-kios yang memperdagangkan Miras tanpa izin penjualan. Bhakan ada diantara THM yang nyata-nyata diindikasikan telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 4 tahun 2014 tentang Pengawasan Dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran Dan Penjual Minuman Beralkohol.

Dalam Perda Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2014 atau sebagaimana yang telah diubah menjadi Permendag Nomor 6 Tahun 2016 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol, telah ditetapkan bahwa usaha yang menjual Minol golongan A wajib memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung Minuman Beralkohol golongan A (SKPL-A), sedangkan untuk usaha yang menjual golongan B dan C itu wajib memiliki SIUP-MB.

Selain itu, pelanggaran Perda No 5 tahun 2011 tentang tanda daftar usaha pariwisata, yang juga banyak diantara THM-THM nakal melanggar aturan tersebut.

Kedua perda tersebut selayaknya menjadi ajang dialog antara pihak pemkot dengan perwakilan ummat islam yang sudah memenuhi jadwal yang telah disepakati sebelumnya oleh Pj. Walikota sendiri, bahkan menurut Syaiful,  tak satupun perwakilan atau dinas terkait yang menemuinya.

Dengan kekecewan yang dirasakan oleh perwakilan Ummat Islam, FPI bersama ormas pendukung Anti Miras lainnya berencana akan melakukan aksi didepan Kantor Walikota Makassar.  Adapun waktunya, Syaiful belum mengungkapkan.


 Red; Alf



MK.Com - Dilansir dari entry HarapanRakyat.id, Pengemudi mobil Agya B.3240 SIH yang menantang petugas di dekat exit tol Angke 2 Jakarta Barat yang sempat mengajak duel aparat kepolisian kabarnya merupakan Sekjen Rakyat Militan Jokowi (Ramijo) yang  bernama Tohap Silaban,
Sebelum ini terungkap, beredar foto-foto Toha bersama para pembesar-pembesar orang dekat Jokowi, seperti Luhut Binsar, Eric Tohir dan bahkan foto bersama Gus Nuril.

Diketahui kelompok Ramijo adalah kelompok relawan pemenangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 kemarin.  Tohap Silaban juga terdaftar sebagai Ketua Keluarga Besar Kampus Reformasi 98 atau yang disingkat KBKR 98.  Kelompok ini juga diketahui pendukung panatik Ahok dan Jokowi-Ma'ruf. 

Informasi tersebut terpantau dari akun Facebook milik Tohap Silaban, dalam kurang lebi 100 foto dan video  yang telah diposting banyak menyangkut dengan pergerakan tim sukses.  Selain itu Toha juga banyak memposting kelompok Trisakti yang memang  tercatat sebagai pengurus Relawan Keluarga Besar Trisakti (KBT) yang juga mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Dalam beberapa rilisnya,Tohap pernah menuding Para penumpang gelap reformasi yakni Amin Rais, Fadly Zon, Fahri Hamzah membuat arah gerak reformasi seolah-olah berjalan di tempat. Bahkan, yang lebih tragis mereka mengklaim dirinya adalah para pelaku tokoh reformasi sebenarnya.


Tohap mendapat sorotan lantaran berani bertindak kasar pada polisi lalu lintas, ia bhakn mencekik, mendorong, menantang duel dan bahkan mengancam, video yang direkam oleh pihak kepolisian itu sendiri akhirnya  Tohap saat mendorong hingga mencekik polisi Bripka Rudy Rustam akibat tak mau ditilang viral di sosial media.

Tohap  dilaporkan ke kePolisian Jakrta Barat  usai insiden kekerasan Jumat pagi 7 Pebruari 2020 dengan sangkaan telah melanggar Pasal 212 KUHP terkait ancaman kekerasan terhadap pejabat yang bertugas.


Pihak kepolisian menyatakan pengendara mobil bernama Tohap Silaban sudah diamankan di Polres Jakarta Barat. Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan.  Video penangkapannyapun beredar di medsos.

Setelah ditahan oleh pihak kepolisian Jakarta Barat, silaban dengan mengenakan Bajua Warna Orange has tahanan menyatakan Khilaf dan meminta Maaf.

“Saya hilap dan saya menyesal sekali, mohon maah saya hilap,” ucap tohap silaban dihadapan para awak media

Dalam pinta maafnya Tohap juga berharap atas  khilaf yang dilakukan ada penyesalan dalam dirinya  dan itu tidak terjadi lagi.  Katanya buat dia buat semua keluarga itu sangat berkesan, sangat dalam dan menyakitkan buat keluarga dia untuk itu ia menyatakan  menyesal sekali dan itu atas dasar khilaf serta Ia juga mengaku akan meminta maaf kepada pihak kepolisian utamanya yang telah diperlakukan tidak sopan.  

Permintaan maaf ini disampaikan setelah tersangka ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020).  pria yang indentifikas bekerja dibidang penawaran jasa perizinan ini hanya tertunduk saat dibawa polisi ke Polres Metro Jakarta Barat. 


Dari pemeriksaan sementara, Tohap Silaban mengaku marah dan tak terima karena ditilang oleh petugas lalu lintas Polda Metro Jaya, namun menurut pihak polisi, tersangka ditilang karena berhenti di bahu jalan tol untuk menunggu waktu ganjil-genap. Polisi juga menuturkan alasan tersangka menyerang petugas karena emosi dan tidak terima diberikan surat tilang. Polisi juga tidak bertindak melawan atas perlakuan tohap karena tetap kooperatif untuk memberi pengertian kepada tersangka atas kesalahan yang dilakukan di jalan tol.


Red; M.MK


MK.Com - Gerakan Rakyat Muslim Makassar yang disingakat GERAMM mendatangi dua tempat berbeda pada senin 3 Pebruari 2020 yang diduga digunakan sebagai tempat Ibadah bagi Ummat Nasrani yang diduga tidak mempunyai izin alih Fungsi.

Aksi tersebut terkait dengan  penyerangan dan pengrusakan musholah di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara oleh oknum sekelompok orang yang diduga dari kelompom Nasrani Radikal yakni Berigade Manguni.

Salah satu yang ditengarai beralih funsi yakni Ruko  yang dulunya sebagai tempat Ngopi PSM yang terletak didepan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Makassar, Jl. Taman Makam Pahlawan. Menurut penanggung jawab Aksi, Firdaus Malie, tempat tersebut sudah sejak lama dijadikan tempat Ibadah dan itu tidak mempunyai Izin alih fungsi dari pemerintah kota.

Ketika aksi berlangsung, pemilik ruko atau pengurus Gereja Bethel yang bernama Nico, dengan berani menemui massa, ia memperlihatkan berbagai surat catatan tentang kepemilikan dan fungsi Ruko tersebut, namun menurut Firdaus, tak satupun surat yang diperlihatkan adalah sebuah surat izin Prinsip alih fungsi menjadi tempat ibadah.

Pimpinan Majelis Dzikir dan Muhasabah Darut Taubah ini dengan tegas memberi peringatan kepada pemilik agar tempat tersebut untuk sementara tidak difungsikan sebagai tempat Ibadah, bila tetap dilakukan, Firdaus mengancam akan melakukan aksi serupa yang lebih besar.

Selanjutnya para Aksi menuju ke Jalan Seruni Ruko MM samping Mall Panakukang, Makassar.  Ditempat ini, para demonstran tidak menemukan siapa-siapa, ruko yang dicat warna biru terlihat tertutup rapi, tak ada tanda-tanda pemilik rumah berada didalam.  Firdaus menduga pemilik sudah mengetahui akan jalannya aksi sehingga mereka menghindar dan tak ingin menemuinya.

Rombongan Aksi yang dikawal puluhan personil bersenjata lengkap menyambangi gedung DPRD  Kota Makassar.  Dalam aula DPRD lantai Satu mereka sambut oleh Andi Hadi Ibrahim dari partai Keadilan Sejahtera. Hadi ibrahim mengatakan bahwa agama yang dibawah nabi muhammad SAW tidak pernah mengajarkan pengrusakan, kezaliman, jika ada yang menyatakan islam itu radikal, maka mereka itu adalah lebih radikal.  Hadi juga meyakinkan bahwa tak ada Guru-guru, ulama-ulama kita yang mengajarkan bagaimana kita berbuat kezaliman akan tetapi kita diajarkan tentang ajaran islam yang Zamil mutakabbir.

Dalam pernyataan para Aksi didepan Salah satu Anggota DPRD Kota Makassar tersebut bahwa mereka datang untuk menyampaikan Aspirasi Ummat Muslim Makassar terkait insiden perusakan Mushollah di Minahasa Utara.

Firdaus menyampaikan kalau dirinya bersama rombongan Aksi telah mendartangi Dua buah ruko yang diduga telah beralih fungsi menjadi Gereja.  Salah satunya adalah Gereja Bethel yang dulunya sebagai Ruko tempat ngopinya pemain-pemain PSM Makassar, dan itu tidak mempunyai izin Prinsip penggunaan sebagai tempat Ibadah.  Firdaus juga mengaku ditemui oleh salah satu pengurus gereja Bethel.
  
"Kami salut dengan pengurus gereja Bethel yang mau menemui kami, ia sangat resfonsif dan ia memberi segalanya tentang keterangan surat kepemilikan tempat itu, akan tetapi ia tidak memberikan surat ijin perinsip tempat itu.  Jadi dia tidak bisa memberikan surat ijin Prinsip dari tempat itu, dan kami tahu tempat itu adalah ruko, kenapa kami tahu karena kami lahir disekitar tempat itu," ungkap Firdaus



Sementra itu, Agussalim Salim Syam yang turut hadir dalam dialog bersama anggita DPRD Kota Makssar mengungkapkan rasa kekesalannya terhadap oknum-oknum yang selalu mengatas nakamakan dirinya Kami Pancasila, Kami Toleransi, NKRI harga mati tetapi sesungguhnya itu hanyalah slogan-slogan yang mereka gunakan untuk menyerang Ummat Muslkim dengan Kata Radikal dan Intoleran.

"Mereka itu bohong dengan kata Kami Pancasila, Kami Toleransi, NKRI Harga mati, padahal sesungguhnya mereka hanya menggunakan slogan itu untuk menyerang ummat Muslim dengan mengatakan Islam Radikal dan Islam Intoleran," kesahnya

Agussalim memafarkan bagaimana Islam ketika minoritas akan menjadi teraniaya.  Ia mencontohkan bagaimana Ummat Muslim di Miyanmar, di Cina dan di India. Mereka ummat muslim mendapat perlakuan yang tidak adil.  Yang pasti selama Islam Miayoritas maka Non Muslim akan aman.  Menurutnya apa yang terjadi di India adalah cerminan bagaimana Ummat Muslim teraniaya ketika mereka Minoritas.

Aguusalim berharap Mudah-mudahan pihak Dewan mau meneruskan Aspirasinya untuk menindak tegas Gereja-gereja yang tidak mempunyai Izin Prinsip sebagaimana Dua contoh yang telah mereka sampaikan.

"ini baru Dua kami sampaikan, ada ratusan Gereja-gereja liar di Makassar yang tidak mempunyai ijin Prinsip," ungkap Agus.

Menurut Agus ia mempunyai data yang akurat, dan berjanji akan memberikannya ke Pihak DPRD untuk ditindak lanjuti.  Ia berharap pihak pemerintah bersama anggota Dewan terjun langsung meninjau lokasi-lokasi yang sudah beralin fungsi menjadi tempat Ibadah dan berharap agar pemerintah segera menutupnya.   Agus mengaku tak ingin melakukan tindakan anarkis sepanjang pemerintah tetap mendengar aspirasi mereka. 

Agus  menganggap apa yang dilakukan oleh oknum-oknum yang diduga brigade Manguni sudah mencederai kata toleransi Pancasila yang ada di NKRI. Ia meyakini Islam yang benar selalu menghargai agama lain sepanjang mereka menghargai agama Islam.

Aksi yang dilakukan secara spontanitas ini berlangsung aman dan tertib.  Diakhir pertemuan Firdaus Malie menyerahkan selembar kertas kepada Andi Hadi Ibrahim yang isinya tentang pernyataan sikap mereka, untuk selanjutnya diteruskan ke pimpinan DPRD dalam hal ini komisi B.


Andi Hadi berjanji akan meneruskannya dan akan berkoordinasi dengan pemerintah kota, dan juga para camat sekota Makassar, untuk menindaklanjut pernyataan sikap sesuai permintaan para Aksi. Pada awal pertemuan dalam sambutannya, Andi  Hadi Ibrahim mengungkapkan bahwa agama yang dibawah nabi muhammad SAW tidak pernah mengajarkan pengrusakan, kezaliman, jika ada yang menyatakan islam itu radikal, maka mereka itu adalah lebih radikal.  Hadi juga meyakinkan bahwa tak ada Guru-guru, ulama-ulama kita yang mengajarkan bagaimana kita berbuat kezaliman akan tetapi kita diajarkan tentang ajaran islam yang Zamil mutakabbir

Berikut ini Pernyataan Sikap oleh kelompok Ummat Musilim Makassar GERAMM yang diserahkan langsung oleh Uzt, Firdaus Malie kepda Andi Hadi Ibrahim

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

ASSALAMUALAIKUM WR WB

PERNYATAAN SIKAP & TUNTUTAN GERAMM (GERAKAN RAKYAT MUSLIM MAKASSAR) TERHADAP PENGHANCURAN MUSHOLLAH di PERUM AGAPE TUMALUNTUNG KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA MANADO HARI RABU 29 JANUARI 2020

MENGUTUK KERAS TINDAKAN OKNUM PERSONAL ATAU ORMAS YG MELAKUKAN PENGHANCURAN MUSHOLLAH TERSEBUT DI ATAS

MEMINTA APARAT KEAMANAN POLRI DAN TNI MENANGKAP, BERTINDAK REAKTIF, CEPAT DAN TEGAS TERHADAP OKNUM TERORIS YG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN MUSHOLLAH TERSEBUT DAN MERUNTUHKAN TATANAN KEHIDUPAN BERBANGSA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 45  JUGA MENCEDERAI KEHIDUPAN BHINEKA TUNGGAL IKA TANPA PANDANG BULU DAN MENEGAKKAN KEADILAN SESUAI HUKUM YANG BERLAKU DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN MEMPUBLIKASIKAN NAMA NAMA OKNUM INTOLERAN SECARA TERBUKA MELALUI MEDIA CETAK MAUPUN ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA DALAM WAKTU 3X 24 JAM

MENDESAK PEMERINTAH DAERAH TERSEBUT UNTUK MEMINTA MAAF TERHADAP UMMAT MUSLIM MINAHASA UTARA KHUSUSNYA DAN UMMAT MUSLIM INDONESIA PADA UMUMNYA ATAS PENGHANCURAN MUSHOLLAH TERSEBUT

APABILA POIN DALAM TUNTUTAN YANG KAMI SAMPAIKAN INI TIDAK DIRESPON MAKA KAMI GERAMM AKAN MELANJUTKAN  MENGADAKAN SWIPING RUMAH IBADAH NON MUSLIM  YANG DIDUGA TIDAK MEMILIKI IZIN PRINSIP ÙNTUK SEGERA DITUTUP OLEH PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

JIKA KAMI MENEMUKAN RUMAH IBADAH NON MUSLIM YANG MENYALAHI IZIN PRINSIP YG TELAH DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH KOTA MAKASSAR MAKA KAMI MEMINTA PEMERINTAH KOTA UNTUK SEGERA MENUTUP RUMAH IBADAH TERSEBUT DAN APABILA DALAM WAKTU 7 X 24 JAM TIDAK ADA TINDAKAN PENUTUPAN MAKA KAMI MASYARAKAT DAN ORMAS  AKAN MENGAMBIL ALIH TUGAS PEMERINTAH KOTA UNTUK MENUTUPNYA

DEMIKIAN PERNYATAAN SIKAP DAN TUNTUTAN KAMI GERAMM GERAKAN RAKYAT MUSLIM MAKASSAR KAMI SAMPAIKAN SEMOGA MENDAPAT PERHATIAN SERIUS OLEH PEMERINTAH  DAERAH MINAHASA UTARA DAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

MAKASSAR  02 FEBRUARI  2020
WASSALAMU ALAIKUM WR WB

TTD


GERAMM
GERAKAN RAKYAT MUSLIM MAKASSAR


@2020 - Is


MK.Com - Ratusan  laskar FPI serta Ummat Muslim lainnya mendatangi Sekretariat Brigade Manguni di Perumahan Metro Tanjung bunga pada Sabtu sore 1 Januari 2020, namun sesampainya disana mereka merasa kecewa karena ternyata para Birigade manguni telah melarikan diri dan berlindung di Porestabes Makassar.

Menurut beberapa warga yang ditemui di kompleks tersebut mengungkapkan bahwa semenjak peristiwa pengrusakan Masjid di Minahasa Utara,  rumah yang dijadikan Sekretariat tersebut terlihat selalu sepih, namun beberapa diantara brigade menguni terkadang terlihat.  Wargapun menjelaskan bahwa informasi yang diterima Brigade Manguni saat ada di Polrestabes Makassar.

Berdasarkan informasi tersebut serta juga tujuan utama dari Laskar FPI menemui Kapolrestabes Makassar, akhirnya laskar diarahkan untuk mengejar Brigade Manguni. 

Rombongan Laskar FPI tiba di Markas Polrestabes Makassar Dua puluh menit kemudian yang langsung diterima oleh Kapolrestabes Makassar.  Mereka diarahkan untuk memasuki ruangan  Aula Polrestabes Makassar.  Nampak para Brigade Manguni yang jumlahnya sekitar 10 orang yang keberadaannya memang benar adanya, merekapun lantas memasuki aula.

Pertemuan dibuka langsung oleh Kapolrestabes Makassar,  Kombes Yudiawan.

“Kami menginginkan keadaan Makassar tetap kondusif.  Mengenai kasus yang terjadi di Minasa Utara, Kami akan mengkoordianasi dengan Kapolda Sulawesi Utara untuk mengkonfirmasi sampai dimana perkembangan Kasus tersebut,” jelas Kombes Yudiawan

Sementara itu, sekretaris DPW FPI Makassar yang dimintai tanggapannya mengatakan Bahwa Laskar Manguni telah mencabik-cabik nilai toleransi yang telah ada di NKRI.

Perkatan symbol mereka dengan NKRI harga mati dan Kami Pancasil serta slogan-slogan Tolerans itu adalah kedok belaka.   

Syaiful meminta kepada pihak kepolisian untuk membubarkan Brigade Manguni di Makassar untuk menghindari permusuhan antara Etnis, Agama dan Ras.  FPI semenjak berdirinya di Makassar sejak tahun 2007 tak pernah ada sejarah mengobrak abrik Gereja meski tahu taka ada izin.

“Kami meminta kepada pihak Kepolisian untuk membubarkan Brigade Manguni di Makassar, ini untuk menjaga agar Makassar tetap aman dan tidak terjadi pertikaian antara Etnis, Agama dan Ras,” ungkap Sayaiful


Syaiful juga mengungkapkan bagaimana Brigade Manguni itu melakukan tindakan anarkis sesuka hatinya dimana ketika mereka Mayoritas didaerah kekuasaannya.  Syaiful menceritakan bagaimana mereka persekusi Habib bahar, Habib Hanif dan juga mantan  Anggota DPR-RI Fachri Hamsah. Akan tetapi mereka tetap dibiarkan dan tidak diberi tindakan.

“Namun kali ini, jika pihak berwajib tidak menangani kasus, menangkap dan memproses para Pelaku, maka jangan salahkan Ummat Islam jika bertindak sendiri,” katanya

Sementara itu, Ketua DPC FPI Rpc. Makassar,  Andi Hersandy yang juga hadir mengatakan bahwa Brigade Manguni yang terlibat perusakan mushola di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara merupakan kelompok kristen radikal dan teroris yang harus dibubarkan.

“Brigade Manguni ini adalah kelompok kristen radikal dan teroris yang harus dibasmi habis. Mereka itu pembohong, penipu dan penjilat dan pernah terlibat kasus pembakaran hidup-hidup ummat muslim di Poso,” ungkap Andi.

Kata Andi, Brigade Manguni pernah melakukan teror kepada umat Islam di Bitung, di Poso dan Ambon. Menurut Andi, pemerintah harus adil dan berani menindak preman Kristen. Jangan hanya umat Islam yang dituduh intoleran atau radikal.

“Kami Sebagai mayoritas sebenarnya dapat berbuat jauh lebih dari keadaan seperti sekarang ini, akan tetapi kami tetap menghargai hukum,” ungkapnya.

Andi sangat menyayangkan sikap pemerintah yang seakan membiarkan Brigade Manguni ini berbuat sesuka hatinya dimana mereka Mayoritas.  Semetinya pemerintah harus menyadari bahwa ini adalah benih-benih perpecahan antara antara anak bangsa jika Brigade Manguni tetap dipelihara.


Menanggapi alasan laskar Manguni hingga Mushollah di obrak abrik di Minahasa Utara oleh karena tidak mempunya izin, Andi berdalih jika seperti demikian maka Brigade Manguni sma halnya memancing Ummat Muslim untuk mengobrak abrik Tempat Ibadah Ummat Nasrani yang tidak berisin.  Dan menurutnya itu banyak di Makassar.

“Pernyataan sikap Brigade Manguni yang mengatakan Pebgrusakan itu akibat tidak adanya Izin tempat, itu sama halnya memancing Ummat Islam untuk berbuat anarkis seperti mereka,  Di Makassar banyak rumah-rumah yang beralih fungsi menjadi tempat Ibadah. Ada izin atau tidak itu urusan pemerintah, bukan urusan mereka,” pungkas Andi.

Red - Alf

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget