Articles by "Hukum"



MK.COM - Akhir-akhir ini Marak terjadi kriminalisasi kepala desa yang terkait dengan Dana Desa sehingga penomena ini tidak terlepas dari perhatian berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat di kota Makassar.

Salah satu LSM yang peduli dengan hal tersebut yakni Forum Komunikasi Lembaga Independen (FOKLI). Melalui Ketua Umumnya, Syamsul Suryaningrat menyampaikan bahwa Salah satu kata kunci dalam definisi Desa adalah suatu kesatuan masyarakat hukum, untuk itu kriminalisasi kepala desa perlu perhatian khusus.

"Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, Bupati wajib turun tangan," kata Syamsul kepada HR.ID, Sabtu (13/9/20) di Makassar.

Syamsul menegaskan bahwa masyarakat Desa dipandang sebagai pelaku aktif di Desa yang memiliki hak, kewajiban dan tanggung jawab hukum (subyek hukum) sebagai penerima manfaat dari adanya Dana Desa yang dikelola oleh Desa secara mandiri.

Harus diakui kata Bung Syam. bahwa Proses pengelolaan Dana Desa sarat dengan tindakan kontraktual atau perjanjian yang mengikat secara hukum. Selanjutnya, agar masyarakat Desa yang ikut serta mengelola Dana Desa mampu mengelola sumberdaya itu secara mandiri, maka kepada mereka perlu diberikan pemahaman tentang kontrak atau perjanjian yang bersifat legal.

Dengan demikian lanjut, Syam, masyarakat Desa sebagai   pemilik, pelaksana sekaligus penerima manfaat program akan mempunyai kemampuan untuk merumuskan tindakan-tindakan yang berlandaskan pada pendapat hukum dalam kesepakatan-kesepakatan hasil musyawarah maupun dalam kontrak-kontrak kerjasama. Pada akhirnya, dalam situasi kontraktual ini, masyarakat penerima Desa mampu mengatasi dan memecahkan masalah-masalah dalam pengelolaan Dana Desa yang bersifat perdata maupun pidana melalui prosedur hukum yang berlaku.

“Oleh karenanya peran Masyarakat Desa harus Dominan dalam menentukan nasib Wilayahnya tanpa harus mendapatkan gangguan dari luar,” menurut Syam

Menurut dia pula, distribusi Dana Desa secara langsung kepada Desa, dan pengelolaan Dana Desa secara mandiri oleh Desa pada dasarnya rentan terhadap munculnya penyimpangan dan penyelewengan dana.

Secara tegas dapat disebutkan bahwa dalam pelaksanaan penggunaan Dana Desa pun terjadi praktek- praktek korupsi. Kendatipun dalam pengaturan Undang-Undang Desa diterapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas, namun praktek-praktek korupsi tetap tidak dapat dihilangkan secara total dalam proses pelaksanaan penggunaan Dana Desa.


Namun dikatakan demikian karena tidak sedikit pula kepala desa yang baik dan benar. Dengan begitu mereka juga harus memperoleh perlindungan dari Pemerintah Kabupaten dalam hal ini bupati, jangan membiarkan para Kepala-kepala desa nya diseret-seret oleh oknum tertentu didalam membuat suatu rekayasa temuan atau  perbuatan yang tidak dapat dibuktikan secara hukum.

"Bupati berkewajiban melindungi kepala desa diwilayahnya dari tindakan kriminalisasi,” tegasnya

Oleh sebab itu, lanjut dia, Desa harus secara serius mengabil langkah-langkah nyata untuk memerangi tindak pidana korupsi. Pada situasi ini, bantuan hukum kepada masyarakat dibutuhkan untuk membantu masyarakat melawan dan memberantas korupsi tingkat lokal. Inilah yang mendasari pentingnya ‘upaya mendorong penegakkan hukum’ yang ditempuh dalam pelaksanaan penggunaan Dana Desa, dengan memberi bantuan hukum bagi masyarakat Desa yang dibiayai dari Dana Desa.

Kegiatan-kegiatan pemberdayaan hukum bagi masyarakat Desa yang dapat dibiayai dengan Dana Desa itu sendiri misalnya :

1. Pendidikan Hukum bagi Masyarakat Desa Penegakan hukum di tingkat masyarakat dapat diwujudkan apabila anggota masyarakat memiliki kapasitas pengetahuan hukum yang cukup memadai sesuai dengan konteks hidup mereka.

Langkah strategis menanamkan kesadaran hukum di kalangan warga Desa adalah pendidikan hukum praktis. Kepada masyarakat dapat diberikan pelatihan hukum secara terus menerus, dengan materi tentang aspek-aspek hukum praktis.

2. Pengembangan Paralegal Desa Pendidikan hukum secara langsung kepada bukan merupakan sebuah pilihan tindakan yang strategis. Selain membutuhkan biaya yang sangat mahal, pelatihan hukum secara langsung kepada masyarakat mensyaratkan adanya waktu yang longgar dengan intensitas khusus dari para praktisi hukum di kabupaten.Karenanya, pendididikan hukum kepada masyarakat diberikan secara tidak langsung.

Pertama-tama, masyarakat akan mendapat nasihat-nasihat hukum secara praktis dari para praktisi hukum jika benar-benar ada kasus hukum seperti yang saat ini terjadi dibeberapa desa di Sulawesi Selatan. Selain itu, masyarakat desa juga mendapat kemudahan untuk mengakses layanan bantuan hukum secara praktis dengan cara menempatkan tenaga paralegal diDesa.

Agar tenaga Paralegal dapat memberikan informasi  tentang langkah-langkah yang akan diambil masyarakat dalam memperoleh   bantuan hukum, maka perlu adanya pelatihan hukum bagi tenaga Paralegal. Materi pelatihan meliputi aspek-aspek hukum praktis yang meliputi tata cara penanganan kasus perdata maupun kasus pidana, baik melalui jalur litigasi maupun non-litigasi.

Lebih lanjut Bung Syamsul menambahkan. mengapa menggunakan Kata Paralegal, karena dengan melihat kondisi dan jangkauan yang sebagian besar para Praktisi Hukum menjalankan tugasnya diwilayah perkotaan yang mengikuti Domisili Pengadilan Negeri , sedangkan sebaran masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan hukum adanya terdapat diwilayah pedesaan.


Red: (Mamat.S)




MK,Com - Setelah buron selama satu pekan, akhirnya Petugas gabungan baik dari sat reskrim Polres Metro Jakarta Barat, unit reskrim Polsek Kalideres dan satuan narkoba Polres Metro Jakarta Barat akhirnya meringkus seorang tahanan Polsek Kalideres yang melarikan diri. Tahanan kabur sisa satu orang ini terpaksa ditembak mati pada Jumat, 24 April dini hari, lantaran saat hendak dilakukan penangkapan melawan petugas dengan menggunakan pisau.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru di dampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya dan Kasat Narkoba Kompol Ronaldo Maradona Siregar mengatakan, salah satu tahanan yang kabur ini (S) memang  sudah merencanakan sebelumnya dan ketika malam itu mereka bisa menjalankan rencana tersebut dengan cara menyekap anggota jaga tahanan.

Dan malam itu juga  petugas langsung menangkap tahanan yang kabur hingga menyisahkan satu orang pelaku S yang berhasil melarikan diri.

Pelarian S pun tidak cukup lama. Pasalnya, anggota berhasil meringkusnya di kawasan Tangerang dini hari tadi.


"Ketika akan ditangkap, S mencoba melawan petugas menggunakan senjata tajam hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas dan terukur, namun nyawanya tak tertolong.  Dalam perjalanan ke Rumah Sakit dan S  meninggal dunia," jelas Kombes Pol Audie, Jumat (24/04/2020).

Ia menambahkan, anggota menemukan beberapa barang bukti diantaranya pisau yang digunakan untuk menyerang petugas, alat hisap sabu, korek api, tas pinggang dan juga ada narkotika jenis sabu seberat  satu gram.

"Perlu diketahui, tersangka S ini yang merencanakan kabur, sedangkan yang lainnya mudah tertangkap karena tidak terlalu memahami rencana kabur yang dibuat S ini," tambahnya kata Kombes Pol Audie.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, tersangka S ini sudah merencanakan pelariannya dengan sangat matang, sehingga membutuhkan waktu bagi petugas untuk melakukan pengejaran terhadap dirinya.

Tersangka ternyata tidak butuh waktu lama untuk bergabung ke jaringan narkobanya, hingga akhirnya kami mendapat infotmasi dari Timsus Satnarkoba bahwa akan ada pengiriman narkoba jenis sabu yang diketahui dilakukan tersangka terhadap seseorang.

"Tersangka memang sudah mempersiapkan apabila tertangkap, sudah membawa senjata tajam untuk melawan petugas. Pada saat akan ditangkap tersangka melawan, karena membahayakan nyawa petugas sehingga diberikan tindakan tegas terukur," kata Kompol Arsya.

Masih ia mengatakannya, pada diri tersangka ditemukan barang bukti berupa satu buah senjata tajam, kemudian paket narkoba diduga sabu seberat hampir 1 gram. Pasa Tersangka juga  positif mengandung metafetamin dan menggunakan ganja.

"Tersangka ini dalam pelariannya, kembali ke jaringannya (narkoba). Dia juga selalu   berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. jaringan narkobanya pun sifatnya tertutup," imbuhnya Kompol Arsya. 

(Shendy/Imam)


Viral, Sebuah akun yang lagi viral di Medsos khususnya  twiter yang membuat cuitan tentang Kronologis sebuah kejadian persenggolan mobil yang berupa Vide dan beberapa untai kata tentang kronologi kejadian.  Dalam akun yang bernama IG: CeCe_Safitri  pada akhir cuitan dia membuat sebuah Astag  atau Tagar #muslimdodol.
Dari postingan ini apalagi dengan menampilkan video seorang  perempuan yang marah-marah terhadap beberapa orang yang mengintrogasinya terlihat biasa-biasa saja dan tentunya akan menyalahkan wanita berjilbab hitam yang sempat mengeluarkan kata-kata menyinggung ras.  Namun ketika menelitinya dengan seksama akan membuat  orang-orang yang mengaku muslim jadi kepanasan ketika astag pada bagian kaki twet terbaca.  

Netyzen ada yang menarankan untuk tidak membuat Tagar seperti itu, namun namun pemilik akun enggan menghapusnya, bahkan semakin membuat twit yang menurut netyzen sangat mengada-ada.

Bukan hanya memposting seperti itu, bahkan akun tersebut  menambahkan kata-kata berbahu mengasut dengan mengatakan  “Sebenarnya kita masih bisa maklum kalau dia ga marah2 sampe keluar kata2 kasar + kebon binatang dan akhirnya bawa2 makian “dasar Cina!!”. Tetapi yg saya tidak bisa terima kalau dia kata2 in kita dan racist.  Dah gitu aja.. #muslimdodol
Ia mengaku kesal melihat tingkah laku si ibu yang berada dalam video itu sehingga membuat estege (#muslimdodol).  Ia juga nengaku seorang muslim.

Dengan twit itu, berbagai umpatan dan kekesalan  yang  diungkapkan para netizen kepada akun   @cecempit tersebut, 

Bahkan Dahnil ansar juga ikut meretwit dengan mengatakan “Akun2 seperti ini harus ditangkap, hastaq2 penuh kebencian sprt ini yg memecah belah kita. mhn pihak kepolisian dicari dan ditindak. terimakasih. @DivHumas_Polri,”


Sementara politisi Demokrad FERDINAND HUTAHAEAN @FerdinandHaean2 menyarankan dengan retwit "Lebih baik tempuh jalur hukum, laporkan ke Polisi."

Akun @cecempit awalnya mengaku mereka sekeluarga mengalami kejadian yang sesuai pada video itu, namun karena desakan para Netyzen akhirnya ia mengaku kalau kejadian dalam video menimpa temannya.  Disinila yang membuat penasaran para netizen untuk mencari apa motive sebenarnya akun ini membuat #muslim dodol. 

Awalnya para netisen memang penasaran dengan twet yang tergolong penista agama itu karena seakan-akan kejadian itu menimpa dirinya (pembuat esteg) ternyata usut-usut punya usut
Akhirnya ketahuan juga ternyata video itu hanya hasil copy paste dari sebuah akun FB yang bernama.  fb itu juga mengklarifikasi jika ia tidak mengenal sama sekali yang punya akun @cecempit dan akun fb menjelaskan bahwa Reza Gan.



Tidak sampai disitu netizen menguber rasa penasaran siapa sosok akun yang sangat berani membuat estege berbau penistaan agama tersebut.  Beberapa netyzen memposting Foto-foto asli pemil;ik akun yang ternyata bukanlah seorang Muslim dimana Foto yang posting pemilik akun memiliki Pohon Natal Buatan didalam rumahnya.

Dari penelusuran kami sebagai langkah investigasi pada akun tersebut ternyata pemilik akun adalah perndukung Ahok dan juga Jokowidodo.  Ia banyak memposting tentang keduanya dengan nada-nada sanjungan, sementara nada hinaan dan ejekan banyak ditujukan ke Anies Baswedan.

Ribuan akun twiter telah meretwit dengan untain kata agar akun tersebut ditangkap dan diadili karena akan menjadi pemicu konflik horizontal antara agama.   Mereka menganggap akun seperti itu adalah akun adu domba apalagi mengaku muslim padahal dia beragama Nasrany. 

berikut beberapa foto pemilik  akun IG: CeCe_Safitri (@cecempit) yang beredar di twiter yang diposting para netyzen.




Red: Media


MK.Com-Front Pembela Islam Makassar (28/12/19) malam hari melakukan Investigasi terhadap Tiga Lokasi yang disinyalir sebagai tempat pengedaran dan Penjualan Miras secara Ilegal tanpa Izin. Dari razia yang dilakukan yakni di CCR Contry Bilyar, Cafe &Lotus Bilyard, dan Global, ternyata semuanya tak mempunyai izin resmi penjualan Miras.
Jajaran pihak Kepolisian Polrestabes Makassar dan Polsek Panakukang sebagai wilayah kerjanya melakukan razia dan Investigasi semalam yang dibantu oleh Laskar FPI Kota Makassar.  Ketua DPC Rappocini yang ikut hadir sebagai perwakilan 5 orang yang diminta oleh Pemilik melakukan Investigasi ditempat Room Country Bilyar Lantai Dua Jl. Toddopuli Raya Timur Makassar Sulawesi Selatan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait ternyata CCR tidak mempunyai Surat Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (SITPMB).  Menurtnya izin yang telah diperlihatkan oleh pihak CCR adalah sudah kadaluarsa sejak 11 Desember 2009 yang berarti sudah 10 tahun lamanya mereka memperdagangkan Miras secara Ilegal.

"Hasil investigasi pihak Kepolisian dilantai Dua bahwa benar Pihak CCR tidak mengantongi Surat Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (SITPMB).  Adapun Surat Izin yang diperlihatkan ternyata sudah tidak berlaku lagi sejak tanggal 11 Desember 2009. Ini sudah 10 tahun lamanya mereka melakukan penjualan Miras tanpa Izin," jelas Andi Hersandy (28/12/19) malam dilokasi razia.
Lebih lanjut, Ketua DPC Rappocini Makassar merasa heran mengapa sampai 10 Tahun lamanya tapi tempat Bilyar milik Hj AK ini tidak bisa tersentuh oleh pihak berwajib sehingga pihak pemilik tidak menghentikan bisnis ilegalnya, padahal tempat ini sudah berulang kali kita peringatkan dan sampaikan ke Pihak Berwajib.
Puluhan Kardus yang berisi Miras lantas disita dan diamankan petugas yang dibantu oleh laskar FPI.  
Selain CCR Bilyar Country, FPI beserta pihak Kepolisian juga menyisir Cafe Bilyar Lotus, dan lagi-lagi pihak pengelola tak mampu memperlihatkan bukti Izin penjualan miras dari pihak pemerintah.  Bahkan tempat ini tak mampu memperlihatkan secarik lembaran kertas izin dalam pengelolaan apapun pada bisnisnya. Menurut karyawan yang bertugas "Bos Lagi sakit," dan berupaya meneleponnya.  Hasilnya, pemilik menyampaikan ke sang karyawan untuk pasrah.



"Kalau kita mau ambil, ambil saja katanya pak, Bosku yang bilang," kata seorang karyawan wanita yang bertugas malam itu.
Setelah sekitar 10 Kardus berisi minuman Beralkohol disita, selanjutnya FPI bersama pihak Kepolisian kembali menyisir Tempat Bilyar Global yang tak jauh dari kedua tempat yang lebih dulu di razia.  
Kanit Reskrim Panakukang Makassar Aiptu Andri Kurniawan, didampingi oleh Ketua DPW FPI Makassar, Habib Hamid diminta langsung oleh pemilik untuk berdialog karena tidak rela miras yang diperjual belikan disita. 
Pemilik beralasan bahwa dia punya Izin tapi suratnya telah hilang. Dia juga meminta ke FPI agar minuman yang ada padanya nanti diserahkan langsung ke Kantor Polisi Sekta Panakukang. 
"Maaf pak, kami mendapatkan perintah dari Kapolrestabes Makassar untuk melakukan operasi cipta kondisi yang dilakukan sebelum menjelang natal dan tahun baru.  Ada indikasi salah satu penyebab melonjaknya Kriminal menjelang Natal dan Tahun Baru salah satu Faktornya yaitu Minuman Keras,' Jelas Kanit Reskrim Panakukkang kepada pemilik Bilyar Room Global yang membandel tersebut.
Meski pemilik tetap ngotot agar Miras yang dimiliki tidak disita akan tetapi pihak Kepolisian yang dibantu oleh Laskar FPI menyita beberapa Dus Miras tersebut. 
Setelah merazia Tiga tempat penjualan miras Ilegal, selanjutnya Miras yang berjumlah 52 Kardus diangkut langsung dengan Mobil Patroli milik Sekta Panakukang Makassar.  Laskar FPI mengawal pengangkutan tersebut.  Ketua DPC FPI Panakukang, Yudi Tama menandatangani penyerahan Miras tersebut yang disaksikan oleh Andi Hersandy. 
"FPI akan terus membantu pihak kepolisian untuk memberikan masukan tentang peredaran Miras secara ilegal dikota Makassar.  Bukan hanya menjelang tahun baru, tapi kami akan terus mengawal dan memperjuangkan kegiatan Isbah FPI dengan melawan segala bentuk Kemungkaran, Kemaksiatan dan Kejahatan. Masih banyak tempat seperti itu di Makassar, tapi pihak kepolisian belum menyentuhnya," ungkap hersandy di Mapolsek Panakukang saat penyerahan 52 Kardus Miras.

Ketua DPW FPI Makssar, Habib Hamid dan Panglima Daerah LPI-FPI Sulsel, Ilham yang juga hadir menyaksikan penyerahan 52 Kardus Miras sebagai alat bukti, senada dengan Ketua DPC FPI Rappocini bahwa mereka akan terus mengawal dan melawan Nahi Munkar di Makassar, mereka akan menunjukkan tempat-tempat yg diduga dijadikan tempat segala bentuk kemaksiatan kepada pihak Kepolisian. FPI akan selalu bertindak persuasif dalam menerapkan dakwahnya dalam penerapan pelaksanaan Isbah.  FPI dalam waktu dekat ini akan menunjukkan kepihak berwajib tempat-tempat yang sulit disentuh padahal tempat tersebut disinyalir sebagai tempat kemaksiatan secara ilegal.
Red: Ams


Front Pembela Islam (FPI) bersikukuh tidak akan mengubah metode dakwah amar makruf nahi mungkar sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam upaya memberantas maksiat. Padahal, pihak pemerintah telah beberapakali menegur metode dakwah FPI yang terkesan arogan dan dicitrakan identik dengan cara-cara kekerasan, padahal sebenarnya tidaklah demikian.
FPI makassar melalui Ketua DPW bersama Sekretarisnya yg didampingi Ketua DPC Panakukkang telah melakukan dialog langsung bersama Kapolrestabes dan Kabag OPS Polrestabes Makassar (27/12/19) sore.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak seperti diketahui bahwa Miras adalah sumber utama Kriminal dan keberadaannya wajib di kontrol secara hukum. Kaporestabes juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pihak FPI Makassar atas Masukan yang diberikan tentang keberadaan penyalur-penyalur Miras secara ilegal yang tentu telah melanggar hukum.
"Kita akui, bahwa Miras adalah sumber utama kriminal, ini wajib di kontrol, kami akan berupaya meminimalisirnya," Ucap Kaporestabes Kombes Pol Yudhiawan Wibisono
"Tentu kami berterimakasaih kepada FPI Makassar yang ingin membantu pihak Kepolisian menunjukkan lokasi-lokasi pengedaran Miras secara Ilegal, bukan hanya FPI, siapapun yang memberikan laporan terkait kegitan ilegal tersebut kami tentu berterimakasih," katanya
Kaporestabes juga berjanji akan menindak dan merahasia semua penjual-penjual miras dan akan memberi Sanksi kepada oknum-oknum pihak kepolisian yang terlibat dan tebukti membeackingi kegiatan penjualan miras tersebut.
Sementara itu pihak FPI Makassar mengajak Masyarakat khusunya kaum Muslimin untuk bersama-sama mendukung pihak Kepolisian Porestabes Makassar dalam rangka memberantas Miras.  FPI Berharap masyarakat memonitoring tempat-tempat dimana Minuman Keras tersebut diperjual belikan secara ilegal dan melaporkannya kepada FPI.
"FPI berharap Masyarakat Makassar mau memonitoring tempat-tempat ilegal beredarnya Miras, kami tunggu laporannya, dan selanjutnya FPI yang akan meneruskannya ke Pihak Kepolisian," ungkap Sekretaris DPW FPI Makassar Syaiful Ayubi.
Seperti diketahui FPI memang sangat tegas dalam menertibkan peredaran miras dan juga perzinahan. Namun FPI selalu ingin merubah pada metode dakwahnya agar lebih persuasif.  Untuk itu FPI selalu mengedepankan langkah pengambilan keputusan dalam upaya bekerja sama dengan pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian dengan memberikan Informasi yang didapatkan dari Infestigasi dan keluhan-keluhan Masyarakat, apalagi menurut FPI bahwa Masyarakat Makassar terkadang enggan berhadapan (Melapor) ke Pihak Kepolisian dengan alasan tidak ingin jadi susah.
Dengan keseriusan memberantas Miras malam harinya, Jajaran Kepolisian Polrestabes Makassar sektor Makassar menggelar Operasi Miras. OPS Cipta Kondisi yang dipimpin oleh Kanit Binmas Ipda H. Jabir.
Operasi tersebut dilakukan di dua tempat Jalan Veteran Utara lorong 46 dan di Jalan Abubakar Lambogo Kec. Makassar Kota Makassar, Jumat (27/12/2019) sekitar pukul 20.30 Wita.
Kanit Binmas Polsek Makassar mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif jelang pergantian Tahun Baru.
Dari dua tempat tersebut kami amankan sedikitnya dua orang lelaki masing – masing berinisial AD, dan BA yang tengah asik berpesta miras jenis Ballo dan menyita barang bukti sebanyak tiga liter miras jenis ballo.
Para pelaku pun diberikan himbauan Kamtibmas agar tidak lagi melakukan pesta miras karena saat ini telah berlangsung giat Ops Pekat Kepolisian yang dapat menganggu kerawanan kamtibmas menjelang perayaan pergantian tahun 2020, tegas Kanit Binmas.
Red-Andi


MK.Com-Beredar sebuah seorang lelaki yang memakai topi adat bugis bone tengan mengamuk dan mengeluarkan sebuah senjata tajam khas Bugis.  Pelaku tampak mengancam orang-orang sekitar dengan senjata tajam sambil berteriak-teriak. 

Aksi pelaku sempat viral di media sosial.  Dalam adengan tersebut pelaku mengeluarkan badik lalu mengiris dan menusuk-nusuk dirinya namun terlihat kebal.

"Siapa, siapa yang cabut  (cabut spanduk), pasang (pasang kembali)," ujarnya dalam video tersebut   

     
Dalam rekaman video yang dibuat oleh warga, pelaku yang diketahui bernama Zulkifli, merupakan anggota Ormas Pemuda Pancasila dan juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo Makassar yang kecewa dengan warga sekitar karena spanduk instansinya dilepas orang tak dikenal. 

Menurut informasi warga bahwa pelaku diduga geram karena ada yang mencabut spanduk milik instansinya dengan tulisan 'Dilarang keras membangun, tanah ini milik Kementerian Kesehatan pengguna RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar Ikatan Persaudaraan Pegawai'. 




Aksi ini terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar di sekitar area pintu II Unhas pada Jumat (20/12/2019). Pelaku yang kesal karena spanduk yang dipasang di depan pintu pembangunan proyek sekitar rumah sakit yang mendadak hilang namun warga sekitar mengaku tak tahu-menahu masalah itu.  Pelaku lantas emosi dan mencabut badik yang dia bawa. Zulkifli langsung mengancam masyarakat di sekitar lokasi pemasangan spanduk dengan senjata tajam tersebut.


Setelah videonya viral di media sosial, polisi langsung bergerak mengamankan pelaku Zulkifli (42) akhirnya ditangkap dan diamnkan di Mapolsek Tamalanrea untuk dimintai keterangan petugas setelah polisi menyarankan untuk menyerahkan diri.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, Senin (23/12/2019) mengatakan "Kita menghubungi pelaku dan bersedia menyerahkan diri ke Polsek Tamalanrea,"



Red - Hr




MK.Com-Pembegal warga di Makassar telah ditemukan dan ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Tabes Makassar.  11 anggota komplotan begal sadis di Makassar, Sulsel diamankan dan diketahui. Empat orang di antaranya adalah pelaku pembegal salah seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bernama Hasrul (21).sehari sebelum diringkus.
“Iya (korbannya salah seorang aktivis HMI di Makassar),” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Sabtu 7 Desember 2019.
Empat orang tersebut berinisial DW (14), HD (16), AA (16) dan R alias D (17) telah beraksi yang membegal korban saat melintas di Jl Racing Center, Panakkukang, Kamis 6 Desember 2019 sekitar pukul 00.30 Wita.
Interogasi yang dilakukan pihak keamanan menuturkan dari keterangan, keempat pelaku membuntuti dan menyerang korban ketika berkendara seorang diri. Korban dibusur hingga terjatuh dari kendaraannya, mereka merebut Handphone korban lalu melarikan diri.
“Di daerah (jalan) Racing Center, dia (korban) dibusur dan terjatuh. Diambil handphonenya dan pelaku melarikan diri,” ujar Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fathur Rakhman yang dimintai keterangannya secara terpisah.
Kapolres juga menerangkan bahwa Selepas pembegalan, kata, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke rekan-rekan sesama aktivis hingga melakukan pencarian di sekitar lokasi..
Buntutnya teman-teman korban menemukan Satu orang pelaku dan diserahkan ke pihak Kapolres Panakukkang, selanjutnya Kepolisian mengembangkannnya dan tak lama setelahnya polisi meringkus 10 orang lainnya.

Daiantara 11 pelaku sebagian besar masih dibawah umur yang melakukan tindak kekerasan kepada warga secara sangat sadis ini yang tak segan-segan menganiaya korban tanpa belas kasih.  Aksi kelompok ini diperkirakan sudah berlangsung sekitar 6 bulan yang lalu.  Salah satu korban menururut pengakuan mereka adalah seorang wanita didaerah pelabuhan, mereka menebasnya dengan senjata tajam.
Dari hasil penangkapan, polisi juga mengambil barang bukti yang ditemukan berupa 2 Samurai , 10 anak panah ( busur ) , 6 handphone dan sejumlah kendaraan motor. 
Pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Sementara sebagaian besar pelaku yang masih di bawah umur dijerat Pasal 170 Ayat 2 KUHP Juncto Pasal 2 ayat 1 UU Darurat 1951.
Red: MK



Sungguh tragis nasib yang dialami Rizal, 37, beranak  satu Yaya,1,  penduduk kelurahan Dua Limpoe Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo, bermaksud melerai kakaknya perempuan yang dipukul suaminya Hasan dengan babak belur, ternyata berujung maut bagi Rizal yang ditikam bertubi-tubi tanpa merasa iba atau kasihan.

Peristiwa mengenaskan  di siang bolong yang dialami Rizal dengan bersimbah darah, begitu singkat, ia roboh terkapar di belakang rumahnya sendiri dengan kurang lebih dua puluh satu kali tusukan mematikan di tangan Hasan iparnya sendiri, pada hari Sabtu, 17 Agustus 2019 lalu.

Kejadian mematikan ini, ketika wartawan ini bertandang ke rumah duka beberapa hari setelah peristiwa naas tersebut sempat menemui Rezki Isteri Almarhum Rizal menjelaskan , “Saya sedang duduk-duduk di kamar sama bapaknya Yaya (Alm Rizal) tiba-tiba terdengar  kakak perempuannya Alm Rizal (isteri Hasan) menangis karena dipukul sama suaminya, makanya Rizal turun ke rumah untuk menengahi, tidak lama kemudian saya juga turun dan sudah melihat suamiku terbaring ditikam,” jelas Rezki dengan menangis terisak mengenang suaminya ketika itu.

Ditambahkan, ”Tadinya sewaktu saya turun melihat sudah ditikam dan mau menolong , malah saya juga diancam badik yang sudah berlumuran darah. Dan sedihnya saya,” kata Rezki,

“ Kemudian sekitar 15 menit sebelum kejadian, sempat Hasan minta uang sepuluh ribu untuk beli rokok, bahkan dia diberi lima puluh ribu rupiah sama bapaknya Yaya. Memang sering-sering kalau Hasan bertengkar dengan isterinya, selalu juga Alm Rizal turut membela kakaknya. Itulah mungkin sehingga Hasan sakit hati sama almarhum dan bahkan Hasan pernah mengingatkan kepada isterinya bahwa ia akan membunuh Rizal dan terjadi betul,” ungkapnya dengan kucuran air mata yang tak terbendung.

Masih kata Rezki,”Bahwa Kapolsek Maniangpajo AKP Agung Sapto Hidayat memanggil saya untuk diambil dataku satu minggu setelah kejadian dan menyampaikan bahwa pelaku sudah diketahui  titik-titik tempat persembunyiannya, berdoa saja supaya bisa ditangkap dekat-dekat hari ini”. (Anna)  

Cara Mendapatkan Domain .Com Gratis Dari Niagahoster


Niagahoster Bagi Bagi Domain .Com Secara Gratis  
Selamat malam sobat blogger, kalo membahas tentang domain gratis siapa sih yang tidak tertarik yakan? Apalagi domain gratis tersebut merupakan domain TLD seperti .Com Pasti banyak yang nyari. Untuk mendapatkan domain .Com gratis ini memang sangat sulit sekali.

Walaupun ada paling syaratnya kalia harus membeli hosting. Tapi, kali ini berbeda, Niagaoster membuka program Bagi Bagi 100 Domain .Com Secara gratis.

Download Template Simplify 2 Premium Gratis Tanpa Credit Link - Selamat Datang Sahabat di Ashoy | Geboy, Pada Artikel kali ini dengan judul Download Template Simplify 2 Premium Gratis Tanpa Credit Link, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. Mudah-mudahan isi postingandengan Tema Bloggerdengan Tema Responsivedengan Tema Template, yang kami tulis ini ada manfaatnya. Cekidot, selamat menikmati.


Tanpa Credit Link

Judul : Download Template Simplify 2 Premium Gratis Tanpa Credit Link
Link : Download Template Simplify 2 Premium Gratis Tanpa Credit Link



Ajang Judi Terus Merebak di Kab. Bone

MK.Com-Judi ala pasar malam terus merangsek masuk ke pelosok di Kabupaten Bone. Ada empat  titik lokasi tempat terbaru pasar malam diantaranya,  Desa Ulaweng Cinnong Kec. Ulaweng, selanjutnya Kel. Tokaseng depan Kantor Kec. Tellu Seattinge, kemudian  Kelurahan     Tanete       Kec. Cina, dan satu titik lagi di Kec. Mare yang di duga keras melakukan tindak pidana tentang perjudian.
Diduga izin keluar begitu gampang, sehinngga terjadinya bukatutup-bukatutup, dan membuat oknum pengelola Judi Rolex ala pasar malam berani mengambil resiko. 

“Kami sayangkan aparat, pemberian izin begitu mudah. Sehingga memanfaatkan kemudahan itu, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melawan hukum ‘judi rolex’ di pasar malam,” urai Syamsu dengan sangat kuatir semakin bertambahnya judi berkedok pasar malam.

Tegakkan Keadilan  

Disinyalir izin keramaian untuk pasar malam, hanya kedok belaka padahal tujuan utamanya adalah mendapatkan uang dari ajang judi yang dikemas dengan pasar malam. Berbagai pihak mempertanyakan, termasuk pengamat sosial kemasyarakatan serta tokoh agama, kenapa pemberian izin  keramaian, tanpa ada penekanan, misalnya tak ada motif perjudian di dalamnya?  Dan kenakan sanksi pengelolanya, kalau mereka melanggar katanya!

Dari beberapa penyelusuran lokasi pasar malam oleh media ini, disimpulkan pasti ada ajang judi dengan wadah yang sama ‘rolex’ yakni benda bundar menyerupai jam dinding dengan jarum berputar  searah jarum jam, menunjuk lingkaran kecil warna-warni sebanyak puluhan bulatan. Dengan kemungkinan untuk memunculkan lingkaran taruhan, persepuluhan sekian banyak, kemungkinan kena, ataukah perseratusan kemungkinannya.  Jika beruntung, maka pemasang mendapatkan 10 kali lipat.

“Tentu hitung-hitungan keberuntungannya tipis, dibanding dengan kekalahan yang dihadapinya begitu besar. Rata-rata mereka yang datang di pasar malam strata ekonomi menengah ke bawah alias ekonomi lemah. Tak jarang mereka, kaum pelajar yang mendominasi ajang judi di pasar malam,” terang team media ini, setelah menakar-nakar dampak yang ditimbulkan kegiatan ajang judi tersebut.

Terapkan Pasal 303 KUHP

Tim media ini, menduga keras bahwa ada beberapa pengelola besar di belakang semua ini, ia tidak mau tahu yang terjadi, hanya mengejar keuntungan. Resah masyarakat di lokasi tertentu, kemudian pindah membuka pasar malam di wilayah yang baru lagi. Seperti kata pepatah, ‘Patah Tumbuh Hilang Berganti’, sehingga saling kejar-kejaran bukatutup-bukatutup lapak pasar malam bagi pihak pengelola, sudah menjadi hal biasa (resikonya). Guna menutupi ‘akal bulusnya’ di mata masyarakat.    

Kita ketahui bersama, bahwa masyarakat bersamaan kedudukanya di depan hukum, namun yang satu ini dianggap ‘kebal hukum’, padahal dianggap melanggar pasal 303 KUHP. Dapat dilihat bahwa permainan judi terdapat unsur keuntungan yang tergantung pada Peruntungan(untung-untungan) atau kemahiran pemain dalam permainan yang melibatkan pertaruhan.(Syamsuddin, SH/Hendra/Andi Syahruddin)


 
Pedagang Ps. PalattaE Minta Pemkab Segera Turun

MK.Com-Puncak kekesalan Pedagang Kaki Lima (PKL), terkait banyaknya persoalan muncul di Pasar Rakyat Balle PalattaE Kec. Kahu Kab. Bone yang didalangi oknum pasar, dan cukup merepotkan bagi pedagang. PKL berinisiatif agar Pemkab  Bone segera bentuk tim  yang melibatkan istansi yang terkait seperti DPRD, Polisi, Jaksa, Kebesihan dan Dinas Perdagangan dan paling penting Badan Pendapatan daerah yang membawahi pasar.

Alasannya, agar supaya Pemerintah tau persis persoalan yang terjadi di Pasar PalattaE, yang selalu sewenang-wenang buat aturan merugikan PKL. Mulai dari Sampah, PKL yang korban penipuan, adanya oknum  mengklaim kios, lalu dipaksa PKL untuk diganti  rugi dengan uang jumlah besar.

Tambahan bangunan baru di luar bangunan dana  APBN akibatkan semrawutnya kompleks Pasar PalattaE. Bangunan yang dikerjakan oleh oknum masyarakat yang ditunjuk langsung oleh oknum pasar yang tidak mau bertanggungjawab.

Bangunan berukuran 2x1,5 cm sebanyak 148 petak, dengan penawaran ke PKL Rp 4juta, jadi total 148x 4.000.000 = Rp. 592.000.000 (lima ratus sembilan puluh dua juta rupiah). Bagi peminat katanya, hanya diganti rugi sebanyak Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) per petak.

Bangunan menuai pro-kontra di masyarakat itu, PKL keberatan membayar karena ganti rugi ditanggung oleh peminat. Tokoh masyarakat mengira banyaknya bangunan yang diduga  siluman, sebab Pemerintah Kabupaten Bone tidak pernah melakukan tender terbuka.

Menurut PKL, bahwa pangkal semua ini pada oknum pengelolah pasar dengan ‘kakitangannya’, sebab bangunan itu nyata-nyata di atas tanah negara. “Ini memang perlu ada penyelidikan secara serius yang harus dilakukan Polisi dan Jaksa,” katanya diungkapkan sejumlah PKL yang minta  namanya dirahasiakan karena takut kalau tidak dapat tempat  jualan.

Berkaitan semua  itu,  tim wartawan dari media ini, Indonesia Pos media Group ,Yayasan Lembaga Pers Sulawesi-Selatan ( YLP2S) Puang Alla Sapri, dari awal menghimbau pembongkaran bangunan bukan APBN Pasar Rakyat Balle PalattaE   lalu diganti dengan bangunan permanen.
Setoran PAD

Media mengikuti dan memantau langsung dari semua kegiatan, dari kesimpulan awal tidak adanya titik temu antara PKL dengan pengelola Pasar rakyat Balle palattaE, dirugikan selalu masyarakat secara tidak langsung. Harga sandang pangan terlampau mahal, akibat peruntukkan tempat bagi PKL terlampau mahal, retribusi juga tidak ketulungan pungutannya.

“Mungkin saja, setoran PAD yang dikejar yang satu-satunya alasan di pasar PalattaE bagi Pemkab Bone, tapi yakin dan percaya, jika jadi objek ‘pemerasan’ tidak akan terjadi transaksi antara penawaran dan permintaaan yang harmonis sebagaimana di pasar lain di pelosok tanah air,” jelas Darwis tim media ini.

Sehubungan dengan hal itu, tim wartawan menemui Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Bone, A, Alimuddin, S.Sos belum lama ini di kantornya guna dikomfirmasi, dijelaskan, “Bangunan yang berdiri  di luar dana APBN, tentu menambah PAD, karena apabila sudah ditempati pasti setiap hari pasar diberi karcis,” katanya.  (D M).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget