Dukung Salah Satu Paslon Walikota Makassar, Ketua dan Sekretaris Forma Sulawesi di Reshuffle



MK.COM
Ketua Forma Sulwesi, H. Amin Thalib dan Sekretaris, H.M. Ishak Mukhtar dikabarkan mandatnya dicabut menjadi orang nomor satu dan nomor dua di organisasi  Forum Masyarakat  Sulawesi (Forma) karena mendukung swalalah satu paslon Walikota 2020.

Kabar ini debenarkan oleh ketua Presidium Forma Sulawesi, Uzt. Firdaus Malie. Pemecatan keduanya atas rekomendasi 5 Presidium Dewan Pndiri Forma Sulawesi melalu Rapat istimewa Pencabutan Mandat ketua (H.Amin Thalib) dan Sekertaris (H.M.Ishak Mukhtar) Forma Sulawesi, yang ditetapkan oleh Dewan Pendiri/Presidium Forma Sulawesi di Makassar  7 September 2020 yang dlaksanakan di Jalan taman Makam Pahlawan Kompleks BTN Paropo Blok D.1, Makassar.

Firdaus juga membenarkan jika kabar pencabutan mandat keduanya terkait atas pelanggaran AD/ART Organisasi dimana yang bersangkutan dengan terang-terangan mendukung salah satu Paslon Walikota Makassar dan itu tidak diperbolehkan, apalagi Forma adalah Organisasi bersifat sosial dan tidak berafliasi didunia politik praktis kecuali atas persetujuan bersama antara Dewan Pendiri dan Pengurus.

“Mereka melakukan pelanggaran atau menyimpang dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Forma Sulawesi dengan mendukung salah salah satu paslon walikota di kota Makassar tanpa melalui mekanisme organisasi yaitu musyawarah bersama dewan pendiri atau presedium yg lain,” ungkap Firdaus (8/9/20) kepada MK.COM

Pencabutan Mandat keduanya sebagai pengrus ketua dan Sekretaris Periode 2020-2023 setelah menimbang hasil rapat Pendiri dari Presedium memperhatikan jika yang bersangkutan telah melanggar Anggara Dasar pasal  8 ayat 1 tentang kewajiban dan hak anggota serta Pelanggaran Anggran Rumah Tangga BAB II Struktur Organuisasi, pada Pasal 4, tentang status dan wewenang  struktur kekuasaan, ayat 1 dan BAB III Pasal 6 tentang pemberhentian Pengurus.

“Dalam AD Pasal 8, kemudian ART pada pasal  BAB II, Pasal 4 serta BAB III pasal 6 itu semua dijelaskan disitu. Dewan pendiri dimana Rapat Presedium Pendiri adalah Musyawarah tertinggi yang dapat mencabut mandat pengurus,” jelas Firdaus Malie.

Ketua Majelis Dzikir Darut Taubah ini juga menerangkan bahwa setelah Dua Pengrus inti Forma Sulawesi mandatnya dicabut maka kendali organisasi untuk saat ini kepengurusan diambil alih oleh Dewan Pendiri dan akan dilakukan pemilihan Ketua dan Sekretaris dalam waktu dekat ini.  

"Beberapa hari kedepan kami akan melakukan rapat khusus untuk menentukan Format baru kepengurusan pasca kekosongan ketua dan sekretaris. Pengurus baru akan sesegera munkin terbentuk kembali" ujarnya yakin.

Organisasi Forma Sulawesi yang terbentuk atas gabungan beberapa Ormas Pasca Pilpres 2019 terbentuk yang dalam beberapa bulan ini, dimasa Pandemi Covid-19, mereka  sangat gencar melukukan kegiatan Sosial dengan rutin menyediakan Nasi Kotak kepada masyarakatsetiap hari juma’t yang dilakukannya dibeberapa Masjid di kota Makassar.  Forma Sulawesi juga aktif dalam Aksi Damai dalam mendukung MUI menentang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang disinyaklir disusupi Ideologi Komunis.

Red @ (Andi)

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget