Dana BOS Afirmasi dan Kinerja Sudah Cair, Peringatan Bagi Sekolah Untuk Berhati-hati


MK.COM
- Pengelolaan dana dan belanja barang/jasa untuk para penerima Dana Bos Afirmasi dan dana bos kinerja yang baru saja dikucurkan pemerintah harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan sepantasnya dapat terkelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.  Ini peringatan bagi sekolah untuk tidak sekedar berbuat apa adanya.

Hal ini dikatakan Muh. Bahar Razak yang juga merupakan Ketua DPD KGS LAI Sulsel, Sabtu (26/09/20, karena menurutnya belanja yang akan dilaksanakan oleh sekolah-sekolah penerima dana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja wajib tunduk pada ketentuan Pasal 79 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.

“Kemudian tekhnis belanjanya wajib berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 14 tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa oleh Satuan Pendidikan atau sekolah,” jelas Bahar 

Dijelaskan pula olehnya, bahwa sekolah-sekolah yang memperoleh dana bantuan Afirmasi dan bantuan kinerja dalam melaksanakan Pengadaan Barang /Jasa (PBJ) adalah untuk memperoleh barang/jasa yang tepat dari setiap dana yang dibelanjakan oleh Satuan Pendidikan dan diukur dari aspek kualitas, kuantitas, waktu, serta lokasi. Jadi tidak asal tunjuk penyedia lalu membelanjakannya tanpa arahan dan mekanisme sesuai aturan.

"Jadi jangan asal berbelanja tanpa Petunjuk teknis dari menteri, karena ini akan mengarah kepada Persoalan Hukum nantinya, apalagi sekolah tersebut ternyata ada yang sudah membelanjakan sebelum adanya lampu hijau,” tegasnya.

Selain dari itu kata dia, pihak sekolah harus pula tunduk pada UU UMKM atas pemberdayaan Usaha kecil dan mikro, utamanya usaha perorangan yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

"Jangan hanya karena Pengusaha Berskala Nasional yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang berkantor dijakarta dan atau ada Intervensi dari oknum aparat, lalu sekolah dengan semena-mena menunjuk Pelaku usaha tanpa memperdulikan Peraturan Perundang-undangan, hal itu akan menjadi masalah besar nantinya, karena data itu ada pada kami,” tutupnya

Telah diketahui sebelunya, pemerintah melalui Kemendikbut baru saja mengucurkan dana BOS Afirmasi dan Kinerja untuk tahun 2020 pada bulan September ini.  Ada 56.115 sekolah baik sawasta maupun negeri seluruh Indonesia mendapatkan dana yang konon dihadirkan akibar dilandanya wabah Covid Corona di negeri ini, yang pada awalnya hanya dana Kinerja dan itupun diperuntukkan bagi sekolah negeri.

Dana BOS Afirmasi dan Kinerja lumayan jumlahnya untuk satu sekolah, disebutkan dari sumbernya, kemendikbut bahwa setiap sekolah akan mendapatkan Rp.60 Jt..

Dana BOS Afirmasi jumlahnya sekitar Rp. 2 triliun. Kebijakan sebelum pandemi, dana tersebut diberikan khusus kepada sekolah negeri di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Sementara dana BOS Kinerja sebesar Rp1,2 triliun dan sebelum pandemi diberikan untuk sekolah negeri yang berkinerja baik.

Red: (Mamat.S)

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget