Agustus 2020


MK.COM
- Beberapa hari yang lalu, Study Club Hidjaz Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia didatangi Pihak kepolisian Polrestabes Makassar. Pihak kepolisian mendatangi sekretariat Study Club Hidjaz Fak Hukum di Kompleks Swadaya Mas Jalan Swadaya Kota Makassar, Sulawesi selatan pada hari Senin 24 Agustus 2020.

Kepolisian yang dipimpin oleh Kanit 3 Sat Intelkam Polrestabes Makassar, AKP Sri Darwati yang didampingi oleh Ipda Wahid Putra Brata (kasubnit 1) dan Ipda Usman Rasyid (Kasubnit 2) serta beberapa anggota unit 3 sat Intelkam disambut oleh pengurus Study Club tersebut yuang memang telah menanti sebelumnya.

Pertemuan antara keduanya berlansung sekitar pukul 11.00 wita dengan maksud sebagai ajang rangkaian silaturahmi dalam rangka bagaimana kepolisian mengajak Hidjaz SC mendukung Harkamtibmas Kota Makassar dan Pemilihan Walikota Makassar Desember 2020 mendatang yang aman dan damai.

Ketua Hidjaz SC Fak. Hukum UMI berterimakasih atas kesedian pihak kepolisian berkunjung di Sekretariatnya dan hal itu sungguh diberikan apresiasi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. kami ada kendala beberapa program kerja selama pandemi Covis-19, kader banyak yang berada di daerah dan kami kurang dapat bantuan untuk menjalankan program tersebut,”  kata Ketua Hidjaz SC dalam sambutannya.

Selain itu, Mahasiswa Fakultas Hukum UMI ini  mengungkapkan jika bulan depan mereka akan membuat suatu kegiatan diskusi dan mereka akan tetap meminta petunjuk dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian, khusunya Polres Tabes Makassar.

Lain lagi AKP Sri Darwati, dalam sambutannya didepan para Anggota Hidjaz SC ia justru mengajak seluruh pengurus dan kader Hidjaz SC bekerjasama dengan Polri khususnya Polrestabes Makassar untuk bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas kota Makassar yang aman dan kondusif utamnaya dalam pemilihan Walikota 2020.

"Kami mengapresiasi kepada Hidjaz SC yang selama ini telah komunikasi degan anggota Sat Intelkam Polrestabes Makassar khususnya anggota unit 3 dalam rangka mendukung tugas Poalri di lapangan,” ucap Sri Darwati

Kanit Intelkam juga menghimbau agar semuanya berhati-hati dalam penggunaan media social, utamakan tetap santun dalam mengaplouad suatu informasi atau berita sehingga tidak mengarah pada SARA dan berharap komunikasi adanya komunikasi secara berkelanjutan antara anggota unit 3 dengan pengurus Hidjaz SC.

Terkait dengan tahapan pemilihan walikota Makassar Desember 2020 Sri Darwati berharap agar para kader Hidjaz SC pintar-pintar melihat situasi tiap tahapan pilwali Makassar sebagai suatu rangkain dalam mendukung Polri menciptakan pilwalkot yang aman dan damai bisa dicapai.

Dalam kesempatana itu pula, Sri Darwati, menghimbau agar dalam melaksanakan aksi unjuk rasa dalam menyikapi isu baik lokal maupun nasional agar sesuai dengan prosedur yaitu menyampaikan surat pemberitahuan kepada Polri 3x24 jam sebelum pelaksanaan aksi dan dalam pelaksanaan harus terkoordinir oleh korlap dan tidak melakukan pembakaran ban dan tindakan anarkis yg akan berdampak pada gangguan ketertiban masyarakat.

Dari sambutan yang lainya, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi, Akbar yang didampingi oleh para pengurus dan angggota Hidjaz SC, Ahmad Haladi (Pembina Hidjaz SC), A. Nuralamsyah (Ketua Hidjaz SC), Para pengurus Hidjaz SC, Para kader Hidjaz SC menilai bahwa selaku senior Hidjaz dirinya sangat berterima kasih atas kepedulian dari Tim Polrestabes Makassar terhadap adik-adik kader Hidjaz SC

“Mudah-mudahan dapat menjadi spirit pada masa pendemi covid ini untuk dapat melaks anakan program kerjanya dan pada saat-saat giat Unras ada pendamping yang mengawal giatnya serta terjalinnya komunikasi yg intens untuk kedepannya. Kami yakin adik-adik selaku mahasiswa akan tetap mendukung tugas Polri dalam menjaga kota makassar agar tetap kondusif,” jelas Akbar

Pertemuan antara dua kelompok yang berbeda haluan in berjalan dengan suasana penuh keakraban dan ini berlangsung sekitar kurang lebih satu setengah jam. Kanit 3 Sat intelkam Polrestabes Makassar menyerahkan beberapa bingkisan Sembako ke Pengurus Hidjaz SC yang dibarengi dengan Foto bersama diakhir kedatangannya.

Red: (A.MsH)


MK.Com - KPU provinsi, kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tahun 2020 sebanyak 270 daerah, dengan rincian sembilan pemlihan gubernur, 224 pemilihan bupati, dan 37 pemilihan walikota


Sembilan provinsi yang akan melaksanakan pemilihan gubernur meliputi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah.  Dua propinsi  yang seluruh daerah kabupaten/kotanya tidak melaksanakan pemilihan pada 2020 mendatang, yaitu Provinsi Aceh dan DKI Jakarta.


Di Sulsel. Terhitung ada 12 daerah yang akan melakukan pilkada serentak.  Hasil pengumuman KPU pilkada bupati, dan walikota tahun 2020 akan diselenggarakan pada hari Rabu,  tanggal 9 Desember 2020.


Berikut ini 12 daerah di Sulsel yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020:

1. Kabupaten Barru

2. Kabupaten Bulukumba

3. Kabupaten Gowa

4. Kepulauan Selayar

5. Kabupaten Luwu Timur

6. Kabupaten Luwu Utara

7. Kabupaten Maros

8. Pangkajene Kepulauan

9. Kabupaten Soppeng

10. Kabupaten Tana Toraja

11. Kabupaten Toraja Utara

12. Kota Makassar


Untuk Makassar, Pemimpin Redaksi Tabloid Harapan Rakyat memberi gambaran akan kandidat pemimpin Makassar.  Menurut Andi Ms Hersandy, Walaupun kandidat para Calon walikota dan Wakil Walikota belum secara resmi diumumkan setidaknya ini akan memberi Gambaran betapa ketatnya persaingan pilkada Makassar nantinya.


Berikut ini Ulasan prediksi Pemimpin Redaksi Tabloid Harapan Rakyat / https://www.harapanrakyat.id


"Saya bukan pengamat.  pengamat berarti mengamati dan tidak terjun langsung ke Masyarakat pemilih, hanya mengamati.  Sementara saya terjun langsung ke Masyarakat, Berbaur dan menayakan langsung ke Ribuan orang warga Makassar tentang pilihan mereka," jelas Andi


Khusus kota Makassar, persaingan calon walikota sangat keras.  Ada beberapa kandidat yang cukup mendapat perhatian dari masyarakat dan tentunya bagi partai pengusung.


Kita sama-sama tahui, dari raihan kursi partai politik di DPRD Makassar periode 2019-2024, tak ada satupun parpol yang memiliki 10 kursi di DPRD Makassar. hanya 3 Partai sama-sama memiliki 6 kursi terbanyak, yakni Nasdem, Demokrat dan PDIP. Sementara itu, 5 partai masing-masing mendapatkan 5 kursi yakni Golkar, Gerindra, PAN, PPP dan PKS.


Berikut Jumlah Partai pengusung untuk kursi DPRD Kota Makassar

Partai Nasdem 6 Kursi

Partai Demokrat 6 Kursi

Partai Golkar 5 Kursi

Partai Gerindra 5 Kursi

Partai PAN 5 Kursi

Partai PDIP 6 Kursi

Parta PKS 5 Kursi

Paratai PPP 5 Kursi

Partai Hanura 3 Kursi

Partai Perindo 2 Kursi

Partai Berkarya 1 Kursi

Partai PKB 1 Kursi


Menurut Andi Ms Hersandy yang pernah sukses memprediksi dengan surveynya sendiri pada Pemilu 2019 untuk Predkisi Caleg Lolos DPRD Kota Makassar 2019-2024, ada 4 kandidat kuat yang siap bertarung pada Pilwalkot nanti. 4 kandidat ini bisa saja tercipta di Pilkada Makassar. Prediksinya jika tak ada aksi borong partai maka itu akan besar kemungkinan tercipta sebagaimana Syarat parpol mengusung pasangan calon minimal 10 kursi dari total 50 kursi di DPRD Kota Makassar.


Prediksi ini juga berkaitan dengan tingkat kesukaan warga Makassar dengan calon-calon yang akan bertarung di Pilkada nanti.  Jumlah pasangan calon maksimal akan diikuti 4 pasang saja. Hasil itu juga bisa terjadi jika dukungan parpol sebarannya proporsional dan cukup merata ke masing-masing paslon,


Nama Dany Pamanto, populer sebab beliau mantan Walikota Makassar 1 periode.  Kemudian ia juga mendapat tempat di Partai Nasdem karena sukses memenangkan Partai Nasdem di Kota Makassar dan mampu mengalahkan Partai Golkar sebagai pemegang ketua DPRD Kota Makassar selama puluhan tahun lamanya. Nasdem akan menempat Dany sebagai kandidat kuat apalagi jika dipasangkan dengan Isteri ketua Nasdem Sulsel, Fatmawati Rusdi.


Dua partai yang hampir dipastikan mengusung Danny P yakni Partai Nasden dan Partai Gerindra. Dengan dua partai ini, Danny tak perlu kuatir lagi untuk tidak lolos sesuai aturan KPU 10 dukungan kursi diparlemen untuk mendapat jatah satu pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota 


Sebenarnya dari beberapa bukan yang lalu Calon yang satu ini menjadi Urutan pertama yang sangat Populer dan disukai warga Masyarakat.  Akan tetapi setelah dirinya menyatakan akan berpasangan Fatmawati Rusdi 


Kemudian ada Muh. Rizal (Dg. Ical), mantan wakil walikota yang jauh hari sebelumnya telah mengkampanyekan dirinya untuk menjadi walikota saat masih berpasangan dengan dany Pamanto di pemerintahan kota Makassar pada tahun 2023-2016 Apalagi Ical sangat pamiliar dikalangan Masyarakat karena dia memimpin PMI Kota Makassar dan juga sebagai kader Golkar saat ini. Dg. Ical akan mendapat dukungan dari Ilham Arief Sirajuddin mantan walikota dan Ketua Partai Demokrat Sulsel.  Dg. Ical sudah hampir dipastikan  akan berpasangan dengan kader PDIP, dr. Fadly Ananda.


Sayangnya Seorang Ical yang awalnya diususng oleh PKS akhirnya harus mengubah mimpinya untuk bersama partai Oposisi pemerintah ini.  Kepindahan PKS kelain hati tidak terlepas dari Pemanggilan Ical ke kantor DPP PDIP untuk bersama menemui ketua umumnya yang menerima Ical sebagai kader Partai.


Saat ini, hanya tinggal Dua Partai yang mengusung Dg. Ical, ada PDIP bersama PKB.  Satu Partai lagi yang digadang-gadang akan membantu Ical yakni Partai Hanura.  Jika 3 Partai ini mengusung Dg. Ical boleh dipastikan Ical akan lolos sesuai aturan KPU.


Penomena lain selain berpindahnya PKS kelain hati, setelah Ical disandingkan dengan Kader PDIP dan menjadi usungan PDIP, Beberapa pemilih ical akan undur diri untuk memilihnya pada pilwali nanti.  Ini terlihat dimedia sosial dengan memberikan pertanyaan, Apakah anda akan tetap memilih apabila Dg. Ical diusung oleh PDIP ?

Dari 1.037 akun yang dianggap akun Asli, 750 menjawab tidak akan memilih, 150 tetap memilih dan selebihnya masih mempertimbangkan.


Demikian juga saat menjumpai beberapa pemilih secara langsung dan mempertanyakan tentang Dg. Ical yang diusung oleh PDIP, dari 1.110, 735 diantaranya mengatakan tidak akan memilih Dg. Ical, 300 tetap memlih sementara selebihnya masih mikir-milkir.


Munafri Arifuddin (Appi), Ceo PSM tentu sangat populer.  Meski pada pilkada 2018 Munafri kalah dengan kotak kosong akan tetapi kans untuk menjadi Walikota sangat berpeluang dimana selama kekalahannya ia berbenah diri untuk mengambil hati masyarakat Makassar.  Appi sapan Munafri bisa jadi mendapat dukungan dari Aksa Machmud dan juga bisa dari Alwi Hamu ketika dipasangkan dengan Abdul Rahman Bando. 


Sebenarnya kekalahan Appi yang saat itu berpasangan Rahmatika (Ciu) oleh Kotak kosong akan membuat Appi bebenah diri apalagi saat itu ia diusung oleh Full Partai. Appi mkesti memeneliti, mempelajari apa kesalahan dirinya saat itu. Menurut  klami kekalahan Appi tahun 2018 adalah karena terlalu ngotot mendiskualipikasi kandidat lain (Danny P) sehingga membuat marap warga pemilih.  Dia dianggap ambisius yang btidak beranui bertarung.



Untuk kali ini, Meski Keluarga besasr ada dibelakan Appi, untuk saat ini kandidat satu ini masih sulit untuk jadi pemenang.  Akan tyetapi jika Appi bisa menerapkan door to door serta menghidufkan dukungan yang ada disekitasrnya misalnya menggerakkan Fans PSM Makssar dan juga yang lainnya maka Appi boleh jadi akan menjadi pemenang.

Irman Yasin Limpo (None), Adik kandung manta Gubernur Sulawesi Selatan yang saat ini tengah menjabat sebagai menteri Pertanian boleh nerbangga hati setelah baru saja mendapayt rekomendasi usungan dari PKS untuk menambah suara pemilih yang diikenal panatik Partai.


Sebelumnya None yang disandingkan dengan A.Zunun, NH sudah mendapatkan dua usungan partai masing-masing Golkar dan Juga Demokrat.


None dipastikan akan menjadi Kuda Hitam,  apalagi dirinya pernah menjadi Calon Walikota Makassar di 2013 lalu dan saat itu None berhasil menduduki posisi kedua dari 10 Paslon yang bertarung.  None dipastikan jauh lebih menguasai Pilkada 2020 ini, karena telah menganggap paradigma orang berubah. yang telah lebih efektif dan efisien untuk memakai standar digital.   None akan mengedepankan demokrasi yang waras.


Dari rangkaian pertanyaan ke Masyarakat luas, kami juga mempertanyakan kandidat tentang peluang None di Pilwali Makassar.  Untuk saat ini menurut warga Makassar, None masih kurang memasyarakat, belum menampakkan calon walikota yang sesungguhnya, akan tetapi masyarakat pemilih berharap dengan mengatakan jika None mempunyai tim yang solid untuk mempromosikannya maka boleh jadi pertarungan Akan dimenangkan None. 


Kami memprediksi jika Pilwali Makassar akan terjadi dua putaran, dan none akan masuk diputaran tersebut. maka kami memprediksi None-Zunnun  mendapatkan suara terbanyak dan akan dianugrahi sebagai Walikota terpilih.


"Dari ke-Empat kandidat, semuanya berpeluang sama, mereka semua mempunyai kelebihan" ungkap Pemimpin redaksi Tabloid Harapan Rakyat tersebut


Selain Empat nama yang diprediksi akan mengisi pertarungan Pilwalkot 2020 nanti, nama-nama seperti Sukriyansyah S, Latif, dr. Onasis, A.M Busrah Abdullah, Irman Yasin Limpo


erikut ini 4 prediksi Bakal Calon Walikota yang mendapat tempat terbaik dihati masyarakat dan Juga Partai.


Walikota

Dany Pamanto Kemungkinan didukung  Partai  Nasdem dan Gerindra

Muh. Rizal (Dg. Ical) Kemungkinan didukung  PKB, PDIP, dan HANURA

Munafri Arifuddin Kemungkinan didukung, Demokrat dan PPP,

Irman Yasin Limpo Kemungkinan didukung  Golkar, PAM dan PKS,


Berikut 4 calon Wakil walikota pendamping kandidat calon walikota yang banyak disebut-sebut oleh warga Makassar


Wakil Walikota

Fatwati Rusdi

Zunnun

dr Fadli Ananda

Abdul Rahman Bando


Calon-calon lain yang potensial

Sarifuddin Dg. Punna

Iryanto Baso Ince

Yankin Pajalangi

Suqrianyah S


Bongkar pasang Calon Walikota/Wakil Walikota bisa saja terjadi, karena bagaimanapun Partai Pengusung adalah kunci dari segalanya.  Tak mungkin suatu calon yang kuat di Masyarakat Pemilih tapi lemah di Partai Pengusung bisa menyatu, namun sebaliknya meski lemah di Masyarakat pemilih tapi kuat di Partai pengusung boleh jadi merekalah yang akan jadi pasangan apalagi jika ditunjang dengan Ekonomi yang mapan.  Namun yang pasti pemenang Pilwalkot tergantung dari Pemilih jika tak ada kecurangan. Suara-suara akan tercermin pada Pilpres kemarin.


"Apapun alasannya pada Pilwalkot nanti, suara warga pemilih akan berdampak pada pilpres 2019 lalu.  Misalnya suara Jokowi-Ma'ruf  yang suaranya didominan suara Non Muslim tentu akan tetap memilih kalangan Nasionalis dimana PDIP mengusung disitu ada suara mereka, karena mereka itu panatik dengan komitmennya meski diketahui PDIP adalah Partai terkorup. mengapa demikian ? karena mereka tak ada pilihan lain," ungkap Andi


Andi mencontohkan saat pilpres kemarin, berdasarkan rapat pleno KPU Kota Makassar, Kamis (16/5/2019), tercatat jumlah DPT di kota ini berjumlah 1.050.198 pemilih, dengan jumlah pengguna hak pilihnya 730.404.  Ini total suara dari 15 kecamatan yang ada di kota Makassar.  Dari penghitungan ini, diketahui suara sah berjumlah 721.105, dan suara tidak sah 9.299.  Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 304.115 suara dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 416.990 suara.


"Saya memprediksi jika ada kandidat Walikota yang akan diusung oleh PDIP untuk wilayah Makassar, dia hanya mendapatkan sebagian suara pemilih PDIP dan kemungkinan besar suara pemilih Partai pengusung lain akan berbalik arah dan tidak akan mendukungnya," jelas Andi.


Disamping itu, untuk suara usungan PDIP tidak sesolit pada saat Pilgub dan Pemilu serta Pilpres lalu.  Suara PDIP akan terpecah utamanya dari kalangan Muslim yang memilih legislator Muslim. Sementara Suara partai yang akan tetap Solid yakni hanya ada Empat Partai yakni, PKS, PAN, Hanura dan Berkarya.


Pelaksanaan Pilwalkot dan pendaptaran Calon Walkot dan Wawalkot masih beberapa bulan lagi, ada kemungkinan Muncul nama-nama Kandidat baru yang akan Lebih Populer dan disukai Masyarakat. .


Redaksi: Media

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget