FPI Ancam Kepung Balaikota Makassar.



MK.Com - Ormas Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa Ormas Islam lainnya di kota Makassar merasa tertipu atas tindakan pemerintah Kota Makassar yang membiarkannya menunggu selama 4 jam di ruang Ruang Rapat Sipakatau Balaikota Makassar. Jl. Jenderal Ahmad Yani.

Berdasarkan informasi dari Sekretaris DPW FPI kota Makassar yang juga hadir menanti kedatangan Pj Walikota bahwa hari ini (10/2/20) ada agenda pertemuan dengan pihak pemerintah Kota Makassar dengan berrbagai ormas Islam, akan tetapi Pj. Walikota ingkar janji dan tak satupun yang menemui mereka.

“Sudah dijadwal di agenda Pemkot. Waktunya pukul 10.00 Wita, kami berencana melakukan dialog tentang minuman keras dan Tempat Hiburan Malam (THM) yang menyalahi aturan dengan Pemkot Makassar, ungkap Syaiful Ayubi via WhatsApp Selasa sore (11/2/20).

Namun hingga pukul 14.00 Wita, tak satupun orang Pemkot menemui mereka. Mereka pun pulang.  Hal itulah yang membuat Kekecewaan pada diri Ormas Islam kota Makassar dengan sikap Pj. Walikota Makassar yang telah menjadwalkan dialog kepada Ormas Islam dan FPI terkait PERDA MINOL dan PERDA NO 5 th 2011.

Kedatangan ormas sebagai Perwakilan ummat Islam, FPI datang ke balaikota pada pukul 10:00 tgl 10 Feb 2020 bersama Ormas Islam lainnya.  Selain FPI diantara yang hadir, Forum Ukhwuah Islamiyah Sulawesi Selatan, Angkatan Muda Muhammadiyah, Gerakan Masyarakat Muslim Makassar.

Disamping itu hadir pula para Pimpinan Majelis Ta’lim Makassar seperti Majelis Daruttaubah dan Syabab Alawiyin.

Mereka semua menunggu hingga pukul 14:00, akan tetapi Pj. Walikota tidak juga menemui perwakilan Ormas Islam dan Majelis Ta’lim tersebut.

“ kami datang sesuai Prosedur kami telah menyurat 2x untuk hal dialog dan surat tersebut telah ditanggapi oleh Pj. Walikota dan beliau meminta kami untuk hadir, namun sepertinya beliau mempermainkan kami, telah menunggu lama tidak juga ada Pj. Walikota,” jelas Syaiful

Dengan sikap Pj. Walikota yang terkesan arogan dan tak menghargai mereka, ini membuat FPI dan Ormas Islam naik pitam, mereka marah atas sikap pj. Walikota.  Buntut dari itu, mereka mengancam akan kepung balikota..

“kami kecewa akan sikap Pj. Walikota yang tidak menghargai kedatangan Ulama dan Habib yang datang ingin da’wah dan berkoordinasi, oleh karna itu FPI akan kepung balikota pekan depan,“ ancam Sayful



Sebagaiman diketahui sebelumnya, dikota Makassar banyak diantara THM, Toko-toko atau kios-kios yang memperdagangkan Miras tanpa izin penjualan. Bhakan ada diantara THM yang nyata-nyata diindikasikan telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 4 tahun 2014 tentang Pengawasan Dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran Dan Penjual Minuman Beralkohol.

Dalam Perda Kota Makassar Nomor 4 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 20 Tahun 2014 atau sebagaimana yang telah diubah menjadi Permendag Nomor 6 Tahun 2016 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol, telah ditetapkan bahwa usaha yang menjual Minol golongan A wajib memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung Minuman Beralkohol golongan A (SKPL-A), sedangkan untuk usaha yang menjual golongan B dan C itu wajib memiliki SIUP-MB.

Selain itu, pelanggaran Perda No 5 tahun 2011 tentang tanda daftar usaha pariwisata, yang juga banyak diantara THM-THM nakal melanggar aturan tersebut.

Kedua perda tersebut selayaknya menjadi ajang dialog antara pihak pemkot dengan perwakilan ummat islam yang sudah memenuhi jadwal yang telah disepakati sebelumnya oleh Pj. Walikota sendiri, bahkan menurut Syaiful,  tak satupun perwakilan atau dinas terkait yang menemuinya.

Dengan kekecewan yang dirasakan oleh perwakilan Ummat Islam, FPI bersama ormas pendukung Anti Miras lainnya berencana akan melakukan aksi didepan Kantor Walikota Makassar.  Adapun waktunya, Syaiful belum mengungkapkan.


 Red; Alf


Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget