Dituduh Tabrak Babi dan Dianiaya Hingga Tewas Didepan Polisi Bersenjata, Polda: Faktanya Salah Sasaran



MK.Com- Dari entry Tribatranews Papua  dari Viralnya video berdurasi 5 menit yang beredar di media sosial perihal kasus penganiayaan sekelompok warga dijalan Trans Papua Paniai-Dogiyai, yang menewaskan salah seorang supir truck ditanggapi serius pihak Kepolisian Daerah Papua.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Jayapura menegaskan akan menurunkan tim guna melakukan penyidikan dan penyilidikan lebih lanjut terkait kasus penganiayaan tersebut.

“Tim sudah kami turunkan dan kami akan coba klarifikasi dan mencari fakta guna mengatahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam kejadian itu,” ungkap Kapolda saat di wawancarai di Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (27/2) pagi.

Menurut Kapolda dari informasi yang didapatkan korban penganiayaan dicurigai merupakan pelaku tabrak lari yang menewaskan seorang warga asli setempat, namun faktanya salah sasaran.

“Saya secara pribadi prihatin terhadap kasus penganiayaan yang menewaskan supir itu. Yang jelas saya dapat informasi korban dicurigai merupakan pelaku tabrak lari terhadap korban yang meninggal, namun ternyata bukan dia sebenarnya, artinya salah sasaran. Dan kami akan tindak para pelaku,”beber Kapolda.

Disinggung adanya pembiaran yang dilakukan anggota saat ternyadinya kasus pengeroyokan? Kapolda mengungkapkan apabila ada upaya tegas dari anggotanya makan akan ada korban jiwa.

“Kalau saya bayangkan anggota melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat itu, maka akan ada korban juga kerena sebenarnya itu situasional. Seharusnya tidak dihakimi, mengingat korban sudah dalam pengawasan perlindungan kepolisian,”cetusnya.

Diketahui video berdurasi 5 menit yang viral diperbincangan warga netizen yang mempertontokan seorang seorang pria dianiaya sekelompok warga menggunakan batu kayu bahkan senjata tajam. Padahal dalam video tersebut korban sudah diamankan pihak kepolisian setampat, namun masyarakat tersebut terus melakukan penganiayaan hingga korban tewas di lokasi kejadian


Sementara itu Bhayangkara Polri.Com dalam rilisnya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Brigjen Pol Dr. Eko Budi Sampurno, M.Si melalui Kabid Humas AKBP Syamsu Ridwan, SIK meminta kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulbar agar mempercayakan penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian setempat.


“Percayakan saja kasus tersebut kepada Kepolisian, Insha Allah penanganannya akan dilakukan secara profesional,” tuturnya.


Kita harus tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di sulbar dan tidak terpengaruh dengan provokasi isu-isu berita hoax yang dapat merugikan kita maupun orang lain.

Kapolda juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga hukum harus di tegakan seperti apa yang di sampaikan oleh Kapolda Papua, akan menindak tegas para pelaku penganiayaan.


Bersamaan dengan itu, Kapolda Sulbar juga mengungkapkan bela sungkawanya turut prihatin atas kejadian penganiayaan yang mengakibatkan salah satu warga yang berasal dari Kabupaten Polman Sulawesi Barat menjadi korban, “semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima segala amal ibadah, serta keluarga almarhum diberi ketabahan.”

Hasil koordinasi dengan Polda Papua saat ini sudah diterjunkan tim untuk mengungkap kasus ini dan akan menindak tegas pelaku, Tegas Kapolda.

“Mari kita yang ada di Sulawesi Barat tetap menjaga situasi kamtibmas yang selama ini sudah aman dan kondusif, jangan terpancing dengan isu-isu dan provokasi dari pihak-pihak yang ingin membuat suasana tidak kondusif di Sulawesi Barat,” tegas Kapolda.

Seperti diketahui sebelumnya, Seorang warga Plman, Sulawesi Barat yang berprofesi sebagai  spir Truk diamuk dan dihakimi oknum warga Papua sampai tewas didepan aparat kepolisian yang bersenjata lengkap karena dituduh menabrak Babi dan seorang warga papua lainnya.

Dari pengakuan Sang isteri korban, bahwa suaminya yang bernama Yus Yunus tidak bersalah dan tidak melakukan penabrakan, dia difitnah.  Justru menurutnya, ia melaporkan kejadian perkara ke pihak kepolisian jika ada lakalantas.  Warga itu yang menabrak Babi, suaminya hanya menghindari lakalantas dan membanting setir kekiri mendekati TKP.

Red: Mk

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget