Ical Akan Diusung Golkar dan PDIP, RS-02 Ogah Mendukungnya

Ketua RS-02, Andi Ms Hersandy, Memakai Baju Warnai Hijau / Rompi 

MK.Com-Golkar dan PDIP akan Bergandengan di-Pilwalkot Makassar 2020, RS-02 Alergi dengan PDIP.  Dua nama yang santer kuat akan maju di Pilkada Makassar diantaranya adalah Syamsu Rizal (Deng Ical) dan Taufiqqulhidayat Ande Abdul Latief (dr Onasis)

Bakal calon walikota Makassar dari partai Golkal, Syamsul Risal atau yang seing disapa Dg. Ical hamper dipastikan akan bergandengan tangan  bersama  PDIP di Pilwalkot 2020.   Dua kader  PDIP yang digadang-gadang  mendampingi Ical yakni   dr Onasis dan Yaqkin Padjalangi.  Kemungkinan berpaket keduanya sangat terbuka lebar. Mengingat Deng Ical sekarang ini adalah satu-satunya kader dari Partai Golkar. Kemudian dr Onasis sejak awal dijagokan oleh PDIP.

Deng Ical dan dr.Onasis juga sudah beberapa kali bertemu yang dimotori oleh politisi senior Golkar Sulsel Rusdin Abdullah. Sementara PDIP Kota makassar telah mempertegas bahwa tinggal dua kader yang dipertimbangkan untuk maju, Keduanya adalah dr Onasis dan Yaqkin Padjalangi.

Menanggapi hal itu, Ormas yang didekrasikan setahun yang lalu menyangkan seorang Ical yang ingin bergandengan tangan dengan Usungan PDIP.  RS-02 mengaku ada keinginan mendukung Ical di Pilwalkot Makassar akan tetapi syaratnya Jangan ada PDIP didalamya.

Ketua RS02Indonesia, mengaku tidak peduli dengan Dg. Ical jika ingin dipadukan dengan Kader PDIP.  Menurutnya  siapaun orang yang berpasangan dengan Calon yang diusung oleh PDIP,  RS-02 sebagai ormas yang eksis pada Pilpres tahun lalu tidak akan mendukungnya.  Mereka mengaku akan berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam kota Makassar untuk sama-sama tidak memilihnya

“Dak mungkin RS-02 mendukung PDIP, Siapapun yang diusung PDIP, kami tidak akan respek dan  mendukungnya. InSyaAllah kami akan berkoordinasi dengan ormas-ormas Islam sekota Makassar dalam hal ini,” ungkap Andi Ms Hersandy (8/1/20).

Sebagai salah satu pendiri Unit kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela Universitas Muslim Indonesia ( KSR-UMI), Andi menilai kedekatan Ical dengan PDIP untuk saling berkaliborasi pada Pilwalkot 2020 tidak terlepas dari Golkar dan PDIP adalah pendukung pemerintah.  Ia juga berasumsi meskipun Ical adalah satu pentolan Palang Merah Indonesia ( PMI Makassar), bukan berarti harus dan wajib mendukungnya.  Tidak harus serta merta, sebab bagi dirinya PDIP adalah pantangan untuk didukung. 

Alumni UMI ini juga mengungkapkan jika RS-02 tidak ingin bersifat sepereti Partai, lain di mulut lain dihati.  Hari ini berkata begini besok bisa diingkari.  RS-02 akan tetap berjalan dijalur Istiqamah untuk mendukung Calon  Walikota Makassar yang membela kepentingan Masyarakat dan Ummat bukan membela kepentingan Partai.   

Sejak awal terbentuknya RS-02 memang santer bahwa kelompok ini tidak ingin mendukung siapapun orang yang bergandengan tangan bersam PDIP.  Termasuk pada saat Pilgub RS 02 memilih untuk tidak mendukung siapa-siapa meski anggota RS-02 cenderung mendukung Nurdin Halid-Azis Kahar. Meskipun kalah, toh itu ada pelajaran berharga. 

‘Kalah menang toh itu urusan belakangan.  Yang pasti kami mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam hasutan janji-janji Palsu, Kalah bukan berarti mengalah, biarkan itu jadi pelajaran berharga,” katanya

Ditanyakan mengenai dukungannya ke mantan walikota Makassar Dany Pamanto, Andi memberikan penjelasan sebagaimana pada Pilpres 2019 lalu Dany Pamanto pendukung berat pasangan Jokowi-Ma’ruf sementara RS-02 lebih cenderung mendukung  Pasangan Prabowo-Sandi apalagi ormas RS-02 dideklarasikan oleh Ibu Nur Asia Sandaiaga pada 24 Desember 2018.  Andi membenarkan sangat antipati dengan pak Dany saat pilpres akan  tetapi jika Dany Pamanto  tidak diusung oleh PDIP dipilwalkot nanti bisa saja RS-02 mendukungnya, bergantung  kesepakatan pengurus RS-02.

“Intinya, siapapun Calon Walikota Makassar  yang tidak diusung oleh PDIP , maka RS-02 boleh saja mendukungnya,” kataya.

Selain Dany Pamanto, ini ada beberapa Bakal Calon yang mungkin saja RS-02 mendukungnya, sebut saja Iqbal Jalil, Sukriansyah, Munawwar Syahrir, Iriyanto Baso Ence, Munafri Arifuddin, Haris YL, Andi Mustaman, Imran YL dan Amirul Yamin IAS, sementara Bakal Calon diluar nama tersebut dianggap tidak relevan untuk masuk kategori dukungan. 

Dari pantauan mimbarkarya.com di Media Sosial khusnya di Facebook, Diketahui RS-02 sudah mempunyai pendukung sekitar 1.000 orang dan mereka berkomitmen tidak ingin mendukung Calon walikota Makassar yang diusung oleh PDIP.  Mereka-mereka selalu saling mengingatkan kepada sesama group di RS-02.

Sementara itu, kaliborasi Golkar-PDIP sangat memungkinkan dimana Golkar saat ini mengontrol lima Kursi di DPRD Kota Makassar sementara PDIP enam kursi di DPRD Makassar. Totalnya 11 kursi. Setidaknya jika ini berkoalisi sudah melebihi yang dipersyaratkan yakni 10 kursi mendaftar ke KPU Makassar.


Redaksi: Media

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget