Bakal Calon Walikota Makassar Yang Lindungi Peredaran Miras Tanpa Izin, Jangan Dipilih


MK.Com-Menjelang tahun baru 2020 kejahatan dan kemaksiatan semakin meraja lela khususnya di wilayah Makassar, Sulawesi selatan.  Seperti ditahun-tahun yang lalu ketika menjelang natal dan tahun baru kejahatan semakin meningkat dan indikasi menurut data dari pihak kepolisian Polrestabes Makassar salah satu penyebabnya adalah berawal dari mengkonsumsi Minuman Keras atau Miras.

Salah satu Ormas yang dikenal sangat antusias memberikan laporan kepada pihak berwajib dalam pemberantasan Kemaksiatan dan Kejahatan adalah ormas Front Pembela Islam (FPI) dimana 27 Desember 2019 lalu telah melakukan dialog bersama Kapolrestabes Makassar diman FPI akan siap membantu pihak Kepolisian melaporkan setiap tindakan oknum-oknum Pengedar Miras yang tak mempunyai Izin.

28/12/19 malam, pihak Kepolisian dalam hal ini Poslsekta Panakukang dan jajarannya yang dibantu oleh FPI dan masyarkat membuktikan keseriusannya dalam memerangi Miras. Tiga tempat masing CCR, Global dan Plutu sebagai tempat Bilyar Room diinvestigadsi dan langsung disita 52 Kardus Minuman Beralkohol sejenis BIR karena terbukti tak mempunyai izin. 

Namun dalam  keseriusan pada pemberantasan Miras ada-ada saja oknum orang yang tidak senang dan terkesan melindungi para pengedar tersebut.  Sebut saja salah satu Bakal Calon Walikota Makassar 2020, Jabal Nur.  Dalam rilisnya yang dimuat salah satu media online mengatakan bahwa "Tidak bisa sewenang-wenang harus menjaga iklm investasi di Kota Makassar ini" ujar Jabal Nur kepada media tersebut, Senin (30/12/2019).  Bahkan ia meminta FPI berhenti sekarang dan jangan melebihi pihak aparat kepolisian.

Menanggapi hal tersebut Ketua RS-02 (Rajawali Sulsel-02), Sulawesi selatan, Andi Ms, yang dihubung di rumahnya 3012/19 malam mengatakan  "Sebagai bakal calon Walikota yang masih bayi tak boleh berbicara seperti itu.  Semestinya ia boleh memperingatkan tapi tidak dengan mengatakan 'Harus menjaga  Investasi.' Yang dimasksud iklim investasi itu yang bagaimana ?  Apakah Investasi dengan membiarkan Peredaran Miras secara Ilegal itu Investasi ?" 

Ketua RS-02 yang juga pemimpin redaksi Tabloid Harapan Rakyat merasa kasihan melihat penomena yang terjadi di makassar saat ini, dimana kemaksiatan dan Kejahatan semakin merajalela, khusnya Begal-begal di Jalan, tapi masih ada bakal calon Walkot 2020 yang tidak paham tindakan pihak kepolisian.  Menurut Andi orang-orang seperti ini tak pantas jadi pemimpin. 

"Tidak pantaslah, masa pemimpin mendukung kejahatan, Peredaran Miras secara Ilegal, peredaran atau penjualan itu kan melanggar Perda Walikota nomor 4 tahun 2014," katanya.

Sebagaiman dimaksud dalam Pasal 12 Perda Walikota tahun 2014 ayat (1), 'Setiap penjualan langsung Minuman Beralkohol wajib memiliki Surat Izin tempat penjualan Minuman Beralkohol dari Walikota.  Ayat (2): Izin sebagaiman dimaksud ayat (1) berlaku selama satu tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan dan dapat diperpanjang.  Ayat (3): Perpanjangan yang dimaksud pada ayat (2) dilakukan paling lambat 3 (Tiga) bulan sebelum berakhir masa berlakunya.

Mengomentari soal Perda yang dimaksud, Andi hanya meberikan tanggapan, "Silahkan lihat sendiri Izin mereka, ketiganya tidak punya Izin, dari hasil pengambilan Gambar rekan Media saya di CCR memperlihatkan bahwa SIPMB milik CCR sudah sepuluh tahun tak berlaku, masa sih yang ini mau dibela ?"

Alumni UMI Makassar ini tak ingin jauh menanggapi tentang kepemilikan Bilyar Room tersebut, ia hanya ingin menaggapi pernyataan Bakal Calon Walikota yang menurutnya terlalu Dini seorang Bakal Calon Walikota Makassar yang mengomentari tentang Iklim Investasi.

RS-02 yang dideklarasikan oleh Ibu Nusrsia Sandiaga Uno 24 Desember 2018 lalu, menurut Andi ingin bertekad mendukung Walikota Makassar yang peduli akan kemaksiatan dan kejahatan di wilayah Makassar demi melindungi Rakyatnya menuju Makassar aman damai.

Diketahui beberapa hari ini selain jajaran Kepolisian pihak Pemerintah Kota Makassar bersama satpol PP-nya juga melakukan banyak razia pengedaran Miras secara Ilegal.  Berbagai tempat telah dirazia dan Miras-miras yang diperdagangkan disita sebagai barang bukti.  Beberapa Cafe dikawasan Pantai losari tak luput dari sasaran razia.

2019@: Alf

Posting Komentar

Mantap, tdk usah d pilih pemimpin yg pro maksiat

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget