FPI Makassar Tegaskan Akan Membantu Pihak Kepolisian Dalam Memberantas Peredaran Miras Ilegal di Makassar


Front Pembela Islam (FPI) bersikukuh tidak akan mengubah metode dakwah amar makruf nahi mungkar sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam upaya memberantas maksiat. Padahal, pihak pemerintah telah beberapakali menegur metode dakwah FPI yang terkesan arogan dan dicitrakan identik dengan cara-cara kekerasan, padahal sebenarnya tidaklah demikian.
FPI makassar melalui Ketua DPW bersama Sekretarisnya yg didampingi Ketua DPC Panakukkang telah melakukan dialog langsung bersama Kapolrestabes dan Kabag OPS Polrestabes Makassar (27/12/19) sore.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak seperti diketahui bahwa Miras adalah sumber utama Kriminal dan keberadaannya wajib di kontrol secara hukum. Kaporestabes juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pihak FPI Makassar atas Masukan yang diberikan tentang keberadaan penyalur-penyalur Miras secara ilegal yang tentu telah melanggar hukum.
"Kita akui, bahwa Miras adalah sumber utama kriminal, ini wajib di kontrol, kami akan berupaya meminimalisirnya," Ucap Kaporestabes Kombes Pol Yudhiawan Wibisono
"Tentu kami berterimakasaih kepada FPI Makassar yang ingin membantu pihak Kepolisian menunjukkan lokasi-lokasi pengedaran Miras secara Ilegal, bukan hanya FPI, siapapun yang memberikan laporan terkait kegitan ilegal tersebut kami tentu berterimakasih," katanya
Kaporestabes juga berjanji akan menindak dan merahasia semua penjual-penjual miras dan akan memberi Sanksi kepada oknum-oknum pihak kepolisian yang terlibat dan tebukti membeackingi kegiatan penjualan miras tersebut.
Sementara itu pihak FPI Makassar mengajak Masyarakat khusunya kaum Muslimin untuk bersama-sama mendukung pihak Kepolisian Porestabes Makassar dalam rangka memberantas Miras.  FPI Berharap masyarakat memonitoring tempat-tempat dimana Minuman Keras tersebut diperjual belikan secara ilegal dan melaporkannya kepada FPI.
"FPI berharap Masyarakat Makassar mau memonitoring tempat-tempat ilegal beredarnya Miras, kami tunggu laporannya, dan selanjutnya FPI yang akan meneruskannya ke Pihak Kepolisian," ungkap Sekretaris DPW FPI Makassar Syaiful Ayubi.
Seperti diketahui FPI memang sangat tegas dalam menertibkan peredaran miras dan juga perzinahan. Namun FPI selalu ingin merubah pada metode dakwahnya agar lebih persuasif.  Untuk itu FPI selalu mengedepankan langkah pengambilan keputusan dalam upaya bekerja sama dengan pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian dengan memberikan Informasi yang didapatkan dari Infestigasi dan keluhan-keluhan Masyarakat, apalagi menurut FPI bahwa Masyarakat Makassar terkadang enggan berhadapan (Melapor) ke Pihak Kepolisian dengan alasan tidak ingin jadi susah.
Dengan keseriusan memberantas Miras malam harinya, Jajaran Kepolisian Polrestabes Makassar sektor Makassar menggelar Operasi Miras. OPS Cipta Kondisi yang dipimpin oleh Kanit Binmas Ipda H. Jabir.
Operasi tersebut dilakukan di dua tempat Jalan Veteran Utara lorong 46 dan di Jalan Abubakar Lambogo Kec. Makassar Kota Makassar, Jumat (27/12/2019) sekitar pukul 20.30 Wita.
Kanit Binmas Polsek Makassar mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif jelang pergantian Tahun Baru.
Dari dua tempat tersebut kami amankan sedikitnya dua orang lelaki masing – masing berinisial AD, dan BA yang tengah asik berpesta miras jenis Ballo dan menyita barang bukti sebanyak tiga liter miras jenis ballo.
Para pelaku pun diberikan himbauan Kamtibmas agar tidak lagi melakukan pesta miras karena saat ini telah berlangsung giat Ops Pekat Kepolisian yang dapat menganggu kerawanan kamtibmas menjelang perayaan pergantian tahun 2020, tegas Kanit Binmas.
Red-Andi

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget