FPI Bantu Pihak Kepolisian Razia Pengedaran Miras Secara Ilegal di Makassar


MK.Com-Front Pembela Islam Makassar (28/12/19) malam hari melakukan Investigasi terhadap Tiga Lokasi yang disinyalir sebagai tempat pengedaran dan Penjualan Miras secara Ilegal tanpa Izin. Dari razia yang dilakukan yakni di CCR Contry Bilyar, Cafe &Lotus Bilyard, dan Global, ternyata semuanya tak mempunyai izin resmi penjualan Miras.
Jajaran pihak Kepolisian Polrestabes Makassar dan Polsek Panakukang sebagai wilayah kerjanya melakukan razia dan Investigasi semalam yang dibantu oleh Laskar FPI Kota Makassar.  Ketua DPC Rappocini yang ikut hadir sebagai perwakilan 5 orang yang diminta oleh Pemilik melakukan Investigasi ditempat Room Country Bilyar Lantai Dua Jl. Toddopuli Raya Timur Makassar Sulawesi Selatan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait ternyata CCR tidak mempunyai Surat Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (SITPMB).  Menurtnya izin yang telah diperlihatkan oleh pihak CCR adalah sudah kadaluarsa sejak 11 Desember 2009 yang berarti sudah 10 tahun lamanya mereka memperdagangkan Miras secara Ilegal.

"Hasil investigasi pihak Kepolisian dilantai Dua bahwa benar Pihak CCR tidak mengantongi Surat Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (SITPMB).  Adapun Surat Izin yang diperlihatkan ternyata sudah tidak berlaku lagi sejak tanggal 11 Desember 2009. Ini sudah 10 tahun lamanya mereka melakukan penjualan Miras tanpa Izin," jelas Andi Hersandy (28/12/19) malam dilokasi razia.
Lebih lanjut, Ketua DPC Rappocini Makassar merasa heran mengapa sampai 10 Tahun lamanya tapi tempat Bilyar milik Hj AK ini tidak bisa tersentuh oleh pihak berwajib sehingga pihak pemilik tidak menghentikan bisnis ilegalnya, padahal tempat ini sudah berulang kali kita peringatkan dan sampaikan ke Pihak Berwajib.
Puluhan Kardus yang berisi Miras lantas disita dan diamankan petugas yang dibantu oleh laskar FPI.  
Selain CCR Bilyar Country, FPI beserta pihak Kepolisian juga menyisir Cafe Bilyar Lotus, dan lagi-lagi pihak pengelola tak mampu memperlihatkan bukti Izin penjualan miras dari pihak pemerintah.  Bahkan tempat ini tak mampu memperlihatkan secarik lembaran kertas izin dalam pengelolaan apapun pada bisnisnya. Menurut karyawan yang bertugas "Bos Lagi sakit," dan berupaya meneleponnya.  Hasilnya, pemilik menyampaikan ke sang karyawan untuk pasrah.



"Kalau kita mau ambil, ambil saja katanya pak, Bosku yang bilang," kata seorang karyawan wanita yang bertugas malam itu.
Setelah sekitar 10 Kardus berisi minuman Beralkohol disita, selanjutnya FPI bersama pihak Kepolisian kembali menyisir Tempat Bilyar Global yang tak jauh dari kedua tempat yang lebih dulu di razia.  
Kanit Reskrim Panakukang Makassar Aiptu Andri Kurniawan, didampingi oleh Ketua DPW FPI Makassar, Habib Hamid diminta langsung oleh pemilik untuk berdialog karena tidak rela miras yang diperjual belikan disita. 
Pemilik beralasan bahwa dia punya Izin tapi suratnya telah hilang. Dia juga meminta ke FPI agar minuman yang ada padanya nanti diserahkan langsung ke Kantor Polisi Sekta Panakukang. 
"Maaf pak, kami mendapatkan perintah dari Kapolrestabes Makassar untuk melakukan operasi cipta kondisi yang dilakukan sebelum menjelang natal dan tahun baru.  Ada indikasi salah satu penyebab melonjaknya Kriminal menjelang Natal dan Tahun Baru salah satu Faktornya yaitu Minuman Keras,' Jelas Kanit Reskrim Panakukkang kepada pemilik Bilyar Room Global yang membandel tersebut.
Meski pemilik tetap ngotot agar Miras yang dimiliki tidak disita akan tetapi pihak Kepolisian yang dibantu oleh Laskar FPI menyita beberapa Dus Miras tersebut. 
Setelah merazia Tiga tempat penjualan miras Ilegal, selanjutnya Miras yang berjumlah 52 Kardus diangkut langsung dengan Mobil Patroli milik Sekta Panakukang Makassar.  Laskar FPI mengawal pengangkutan tersebut.  Ketua DPC FPI Panakukang, Yudi Tama menandatangani penyerahan Miras tersebut yang disaksikan oleh Andi Hersandy. 
"FPI akan terus membantu pihak kepolisian untuk memberikan masukan tentang peredaran Miras secara ilegal dikota Makassar.  Bukan hanya menjelang tahun baru, tapi kami akan terus mengawal dan memperjuangkan kegiatan Isbah FPI dengan melawan segala bentuk Kemungkaran, Kemaksiatan dan Kejahatan. Masih banyak tempat seperti itu di Makassar, tapi pihak kepolisian belum menyentuhnya," ungkap hersandy di Mapolsek Panakukang saat penyerahan 52 Kardus Miras.

Ketua DPW FPI Makssar, Habib Hamid dan Panglima Daerah LPI-FPI Sulsel, Ilham yang juga hadir menyaksikan penyerahan 52 Kardus Miras sebagai alat bukti, senada dengan Ketua DPC FPI Rappocini bahwa mereka akan terus mengawal dan melawan Nahi Munkar di Makassar, mereka akan menunjukkan tempat-tempat yg diduga dijadikan tempat segala bentuk kemaksiatan kepada pihak Kepolisian. FPI akan selalu bertindak persuasif dalam menerapkan dakwahnya dalam penerapan pelaksanaan Isbah.  FPI dalam waktu dekat ini akan menunjukkan kepihak berwajib tempat-tempat yang sulit disentuh padahal tempat tersebut disinyalir sebagai tempat kemaksiatan secara ilegal.
Red: Ams

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget