Desember 2017


MK.Com-Indonesia masih dalam situasi darurat narkoba, untuk itu sangat penting dan menunjang program pemerintah pusat soal pemberantasan narkoba. Namun sungguh disayangkan sosialisasi penyalagunaan narkoba, yang dilakukan Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, peserta diharuskan membayar bagi guru serta kepala sekolah.

Belakangan setelah undangan beredar ke sekolah, terdengar informasi peserta diharuskan membayar, sontak para guru dan kepsek kaget dan protes serta mengundurkan diri untuk tidak ikut sosialisasi. Dalam setiap pembayaran dilakukan secara bervariasi yakni mulai dari 250-300 ribu rupiah per peserta katanya.

Dari beberapa informasi yang dihimpun, tenaga kependidikan, guru, kepala sekolah kaget dan banyak yang tidak mau mengikuti kegiatan sosialisasi penyalagunaan narkoba tersebut, dikarenakan pembayarannya terlalu tinggi tiap peserta, salah satu kepala sekolah yang temui media ini menjelaskan bahwa surat yang disampaikan ke sekolah itu tidak di lampirkan masalah  pembayaran. Dan kegiatan tersebut di pusatkan di SMA 2 Polewali.

Dalam isi surat itu di sampaikan bahwa, “Guru olahraga diharapkan hadir 14-12-17 pada Jam 08 Pagi dan menyusul kepalah sekolah pada Pukul 14 (jam 2 siang) Siang,” jelas kepala sekolah yang minta dirahasiakan identitasnya.

Ditambahkan kepala UPTD Pendidikan Polewali Hamka B. Tau, S.Sos, M.Si. menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini memang pernah kami disampaikan sebelumnya, namun tidak dijelaskan kalau ada pembayaran secara bervariasi setiap peserta,” Ungkapnya, saat di temui media ini di ruang kerjanya.

Kepala UPTD Polewali Rapat mendadak dan menyampaikan ke setiap kepala sekolah Tingkat TK dan SD di Kecamatan Polewali, “Kalau Anda mampu silahkan bayar, kalau tidak agar kiranya jangan di paksakan”. (Sudirman)


MK.Com-Banjir tahunan meremdam kembali pemukiman Warga Langkeang Kel.  Mattirodeceng, Kec. Lau Kab. Maros. Hujan mengguyur selama 5 hari  membuat Sungai Balombong meluap,  mengakibatkan jalan akses warga terputus  keluar ke Kota Kabupaten Maros. Sehingga kalau mereka ingin bepergian ke kota, harus memutar jauh puluhan kilometer (22/12).

Banjir ini juga menenggelamkan ratusan hektar persawahan & tambak ikan yang sudah di tanami, sehingga para warga takut nanti jika tanamam mereka rusak karena terendam banjir selama 5 hari. Belum ada tanda-tanda, upaya pemerintah untuk menyelamatkan atau mengganti bibit padi dan ikan atau udang warga yang mengalami kerugian warga.

"Banjir ini terjadi setiap tahunnya dan pada saat banjir kita harus memutar agar bisa smpai ke Kota Maros" ujar warga yang mengeluh tanpa adanya upaya maksimal mencegah banjir tahunan sekaligus bencana bagi warga Langkeang.
Tambahnya lagi,"Sungainya sudah dikerja serta digali tapi, tapi masih saja banjir bandang," sambung warga yang lain, mereka berharap agar pemerintah setempat dapat membantu agar mengurangi pontensi banjir di kampung mereka dan mereka tidak harus lagi memutar jauh ketika ingin ke Maros Kota.

Begitupula dengan bencana banjir yang dialami para petani, mereka berharap kedepannya di daerahnya tidak ada lagi banjir tahunan yang dapat menghilangkan mata pencaharian mereka. Katanya, belum bisa dipastikan berapa kerugian petani. (Muhammadong)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget