2017


MK.Com-Indonesia masih dalam situasi darurat narkoba, untuk itu sangat penting dan menunjang program pemerintah pusat soal pemberantasan narkoba. Namun sungguh disayangkan sosialisasi penyalagunaan narkoba, yang dilakukan Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat, peserta diharuskan membayar bagi guru serta kepala sekolah.

Belakangan setelah undangan beredar ke sekolah, terdengar informasi peserta diharuskan membayar, sontak para guru dan kepsek kaget dan protes serta mengundurkan diri untuk tidak ikut sosialisasi. Dalam setiap pembayaran dilakukan secara bervariasi yakni mulai dari 250-300 ribu rupiah per peserta katanya.

Dari beberapa informasi yang dihimpun, tenaga kependidikan, guru, kepala sekolah kaget dan banyak yang tidak mau mengikuti kegiatan sosialisasi penyalagunaan narkoba tersebut, dikarenakan pembayarannya terlalu tinggi tiap peserta, salah satu kepala sekolah yang temui media ini menjelaskan bahwa surat yang disampaikan ke sekolah itu tidak di lampirkan masalah  pembayaran. Dan kegiatan tersebut di pusatkan di SMA 2 Polewali.

Dalam isi surat itu di sampaikan bahwa, “Guru olahraga diharapkan hadir 14-12-17 pada Jam 08 Pagi dan menyusul kepalah sekolah pada Pukul 14 (jam 2 siang) Siang,” jelas kepala sekolah yang minta dirahasiakan identitasnya.

Ditambahkan kepala UPTD Pendidikan Polewali Hamka B. Tau, S.Sos, M.Si. menjelaskan bahwa, “Kegiatan ini memang pernah kami disampaikan sebelumnya, namun tidak dijelaskan kalau ada pembayaran secara bervariasi setiap peserta,” Ungkapnya, saat di temui media ini di ruang kerjanya.

Kepala UPTD Polewali Rapat mendadak dan menyampaikan ke setiap kepala sekolah Tingkat TK dan SD di Kecamatan Polewali, “Kalau Anda mampu silahkan bayar, kalau tidak agar kiranya jangan di paksakan”. (Sudirman)


MK.Com-Banjir tahunan meremdam kembali pemukiman Warga Langkeang Kel.  Mattirodeceng, Kec. Lau Kab. Maros. Hujan mengguyur selama 5 hari  membuat Sungai Balombong meluap,  mengakibatkan jalan akses warga terputus  keluar ke Kota Kabupaten Maros. Sehingga kalau mereka ingin bepergian ke kota, harus memutar jauh puluhan kilometer (22/12).

Banjir ini juga menenggelamkan ratusan hektar persawahan & tambak ikan yang sudah di tanami, sehingga para warga takut nanti jika tanamam mereka rusak karena terendam banjir selama 5 hari. Belum ada tanda-tanda, upaya pemerintah untuk menyelamatkan atau mengganti bibit padi dan ikan atau udang warga yang mengalami kerugian warga.

"Banjir ini terjadi setiap tahunnya dan pada saat banjir kita harus memutar agar bisa smpai ke Kota Maros" ujar warga yang mengeluh tanpa adanya upaya maksimal mencegah banjir tahunan sekaligus bencana bagi warga Langkeang.
Tambahnya lagi,"Sungainya sudah dikerja serta digali tapi, tapi masih saja banjir bandang," sambung warga yang lain, mereka berharap agar pemerintah setempat dapat membantu agar mengurangi pontensi banjir di kampung mereka dan mereka tidak harus lagi memutar jauh ketika ingin ke Maros Kota.

Begitupula dengan bencana banjir yang dialami para petani, mereka berharap kedepannya di daerahnya tidak ada lagi banjir tahunan yang dapat menghilangkan mata pencaharian mereka. Katanya, belum bisa dipastikan berapa kerugian petani. (Muhammadong)



PAUD Agung Aras Eksis Dengan Guru Sarjana PAUD

PAUD Agung Aras yang berlokasi di Jl. Palapa II No. 49 Kompleks Telkomas Kel. Berua Kec. Biringkanaya, Kota Makassar KP. 90241 Telp.(0421)590960, berbatasan dengan Perumnas Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kelurahan Tamalanrea Kec. Tamalanrea, memiliki lembaga Yayasan Pendidikan Nurul Rosyid di dalamnya, antaranya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Penitipan Anak (TPA).

Yayasan Pendidikan Nurul Rosyiid merupakan tempat pendidikan  elegan dipandang dari sudut manapun, sehingga mereka orang tua/wali yang datang ‘jatuh hati’ karena prestisius  oleh tempat yang rapi dan apik, serta higienis tempatnya sehingga  mereka tulus serta ikhlas untuk menitipkan anaknya guna dibina/bimbing sesuai program pengajaran yang ada.

“Untuk membimbing anak di sini, kami mengambil sikap seperti keluarganya sendiri, sehingga anak-anak tidak terasa asing, dan bebas bermain bersama temannya. Dengan pendekatan kekeluargaan, lingkungan anak sehari-hari, membuat mereka nyaman dan aman,” jelas Rahmatia, S.pd  gamblang dengan senyum sambil melirik sesekali ke anak asuhannya.

Lanjut Sarjana PAUD jebolan UNM dengan predikat Cum Laude ini,  Pendidikan Anak Usia Dini sebenarnya memberikan kerangka dasar atau kata lain fondasinya bagi anak agar menyesuaikan diri dengan lingkungan, juga beradaptasi dalam pertumbuhan dan perkembangan berikutnya.

Lebih jauh dikatakan untuk memotivasi dengan rangsangan edukasi sejak dini sehingga dapat menumbuhkan bakat potensi tersembunyi yang terdapat pada anak. Seiring kemajuan perkembangan motorik nanti, dapat melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan potensi dan bakat yang dimiliki anak usia dini.

Sikap Orang Tua Berlebih Bisa Timbulkan Rasa Tidak Percaya Diri

Ada sebagian PAUD menjadikan orang tua/wali dasar berpijak, bahwa anaknya pintar berhitung atau sanggup menghitung dalam bahasa Inggris. Hal seperti itu katanya, menuntut capaian akademik yang memaksakan berpikir. Padahal tingkat intelegensi anak belum tentu sama dengan lainnya, sehingga yang terjadi anak jenuh  dan menjadi pemurung, rasa minder sesama temannya. Jika rasa tidak percaya yang muncul pada anak, semuanya bisa terjadi.

Untuk itu kata kepsek yang sementara menyelesaikan semester akhir pada Strata dua PAUD (S2) di UNM, mestinya PAUD dikembalikan pada fungsinya yakni berperan dalam membantu anak menyesuaikan diri dengan keadaan dan situasi di sekitarnya, kemudian ia sesuaikan dengan kondisi dan situasi dirinya sendiri sebagai pengenaan berbagai pola sikap, perilaku, kebiasaan, dan sifat orang di sekitar yang akan membantu anak untuk memahami aspek-aspek psikologis dari lingkungan sosial anak.

Dalam menumbuhkembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak dengan memberi suatu situasi atau lingkungan edukatif sehingga potensi-potensi tersebut dapat berkembang optimal dan bermanfaat bagi anak itu sendiri dan lingkungannya.

Selanjutnya, fungsi bermain, karena bermain merupakan hak anak sepanjang rentang hidupnya, melalui bermain anak dapat memperoleh banyak pengetahuan dan melalui kegiatan bermain neuron-neuron otak anak berkembang dengan sangat pesat.(Andi Syahruddin)



Ajang Judi Terus Merebak di Kab. Bone

MK.Com-Judi ala pasar malam terus merangsek masuk ke pelosok di Kabupaten Bone. Ada empat  titik lokasi tempat terbaru pasar malam diantaranya,  Desa Ulaweng Cinnong Kec. Ulaweng, selanjutnya Kel. Tokaseng depan Kantor Kec. Tellu Seattinge, kemudian  Kelurahan     Tanete       Kec. Cina, dan satu titik lagi di Kec. Mare yang di duga keras melakukan tindak pidana tentang perjudian.
Diduga izin keluar begitu gampang, sehinngga terjadinya bukatutup-bukatutup, dan membuat oknum pengelola Judi Rolex ala pasar malam berani mengambil resiko. 

“Kami sayangkan aparat, pemberian izin begitu mudah. Sehingga memanfaatkan kemudahan itu, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melawan hukum ‘judi rolex’ di pasar malam,” urai Syamsu dengan sangat kuatir semakin bertambahnya judi berkedok pasar malam.

Tegakkan Keadilan  

Disinyalir izin keramaian untuk pasar malam, hanya kedok belaka padahal tujuan utamanya adalah mendapatkan uang dari ajang judi yang dikemas dengan pasar malam. Berbagai pihak mempertanyakan, termasuk pengamat sosial kemasyarakatan serta tokoh agama, kenapa pemberian izin  keramaian, tanpa ada penekanan, misalnya tak ada motif perjudian di dalamnya?  Dan kenakan sanksi pengelolanya, kalau mereka melanggar katanya!

Dari beberapa penyelusuran lokasi pasar malam oleh media ini, disimpulkan pasti ada ajang judi dengan wadah yang sama ‘rolex’ yakni benda bundar menyerupai jam dinding dengan jarum berputar  searah jarum jam, menunjuk lingkaran kecil warna-warni sebanyak puluhan bulatan. Dengan kemungkinan untuk memunculkan lingkaran taruhan, persepuluhan sekian banyak, kemungkinan kena, ataukah perseratusan kemungkinannya.  Jika beruntung, maka pemasang mendapatkan 10 kali lipat.

“Tentu hitung-hitungan keberuntungannya tipis, dibanding dengan kekalahan yang dihadapinya begitu besar. Rata-rata mereka yang datang di pasar malam strata ekonomi menengah ke bawah alias ekonomi lemah. Tak jarang mereka, kaum pelajar yang mendominasi ajang judi di pasar malam,” terang team media ini, setelah menakar-nakar dampak yang ditimbulkan kegiatan ajang judi tersebut.

Terapkan Pasal 303 KUHP

Tim media ini, menduga keras bahwa ada beberapa pengelola besar di belakang semua ini, ia tidak mau tahu yang terjadi, hanya mengejar keuntungan. Resah masyarakat di lokasi tertentu, kemudian pindah membuka pasar malam di wilayah yang baru lagi. Seperti kata pepatah, ‘Patah Tumbuh Hilang Berganti’, sehingga saling kejar-kejaran bukatutup-bukatutup lapak pasar malam bagi pihak pengelola, sudah menjadi hal biasa (resikonya). Guna menutupi ‘akal bulusnya’ di mata masyarakat.    

Kita ketahui bersama, bahwa masyarakat bersamaan kedudukanya di depan hukum, namun yang satu ini dianggap ‘kebal hukum’, padahal dianggap melanggar pasal 303 KUHP. Dapat dilihat bahwa permainan judi terdapat unsur keuntungan yang tergantung pada Peruntungan(untung-untungan) atau kemahiran pemain dalam permainan yang melibatkan pertaruhan.(Syamsuddin, SH/Hendra/Andi Syahruddin)


 
Pedagang Ps. PalattaE Minta Pemkab Segera Turun

MK.Com-Puncak kekesalan Pedagang Kaki Lima (PKL), terkait banyaknya persoalan muncul di Pasar Rakyat Balle PalattaE Kec. Kahu Kab. Bone yang didalangi oknum pasar, dan cukup merepotkan bagi pedagang. PKL berinisiatif agar Pemkab  Bone segera bentuk tim  yang melibatkan istansi yang terkait seperti DPRD, Polisi, Jaksa, Kebesihan dan Dinas Perdagangan dan paling penting Badan Pendapatan daerah yang membawahi pasar.

Alasannya, agar supaya Pemerintah tau persis persoalan yang terjadi di Pasar PalattaE, yang selalu sewenang-wenang buat aturan merugikan PKL. Mulai dari Sampah, PKL yang korban penipuan, adanya oknum  mengklaim kios, lalu dipaksa PKL untuk diganti  rugi dengan uang jumlah besar.

Tambahan bangunan baru di luar bangunan dana  APBN akibatkan semrawutnya kompleks Pasar PalattaE. Bangunan yang dikerjakan oleh oknum masyarakat yang ditunjuk langsung oleh oknum pasar yang tidak mau bertanggungjawab.

Bangunan berukuran 2x1,5 cm sebanyak 148 petak, dengan penawaran ke PKL Rp 4juta, jadi total 148x 4.000.000 = Rp. 592.000.000 (lima ratus sembilan puluh dua juta rupiah). Bagi peminat katanya, hanya diganti rugi sebanyak Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) per petak.

Bangunan menuai pro-kontra di masyarakat itu, PKL keberatan membayar karena ganti rugi ditanggung oleh peminat. Tokoh masyarakat mengira banyaknya bangunan yang diduga  siluman, sebab Pemerintah Kabupaten Bone tidak pernah melakukan tender terbuka.

Menurut PKL, bahwa pangkal semua ini pada oknum pengelolah pasar dengan ‘kakitangannya’, sebab bangunan itu nyata-nyata di atas tanah negara. “Ini memang perlu ada penyelidikan secara serius yang harus dilakukan Polisi dan Jaksa,” katanya diungkapkan sejumlah PKL yang minta  namanya dirahasiakan karena takut kalau tidak dapat tempat  jualan.

Berkaitan semua  itu,  tim wartawan dari media ini, Indonesia Pos media Group ,Yayasan Lembaga Pers Sulawesi-Selatan ( YLP2S) Puang Alla Sapri, dari awal menghimbau pembongkaran bangunan bukan APBN Pasar Rakyat Balle PalattaE   lalu diganti dengan bangunan permanen.
Setoran PAD

Media mengikuti dan memantau langsung dari semua kegiatan, dari kesimpulan awal tidak adanya titik temu antara PKL dengan pengelola Pasar rakyat Balle palattaE, dirugikan selalu masyarakat secara tidak langsung. Harga sandang pangan terlampau mahal, akibat peruntukkan tempat bagi PKL terlampau mahal, retribusi juga tidak ketulungan pungutannya.

“Mungkin saja, setoran PAD yang dikejar yang satu-satunya alasan di pasar PalattaE bagi Pemkab Bone, tapi yakin dan percaya, jika jadi objek ‘pemerasan’ tidak akan terjadi transaksi antara penawaran dan permintaaan yang harmonis sebagaimana di pasar lain di pelosok tanah air,” jelas Darwis tim media ini.

Sehubungan dengan hal itu, tim wartawan menemui Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Bone, A, Alimuddin, S.Sos belum lama ini di kantornya guna dikomfirmasi, dijelaskan, “Bangunan yang berdiri  di luar dana APBN, tentu menambah PAD, karena apabila sudah ditempati pasti setiap hari pasar diberi karcis,” katanya.  (D M).


Aparat Kehutanan Kecolongan Jaga Hutan Lindung

MK.Com-Siapa yang berani memasuki kawasan hutan lindung? Akan berhadapan dengan Polisi Kehutanan. Lucunya, Penebangan kayu hutan secara serampangan  terus berlangsung dilakukan oleh oknum sekelompok masyarakat dengan terang-terangan dan terjadi dimana-mana di hutan lindung Kecamatan Bonto Cani, padahal dibawah pengawasan Polisi Kehutanan yang ketat.

Menurut masyarakat, mafia atau calo kayu seakan tak bergeming dengan kehadiran warga yang berlalu-lalang disekitarnya, sepertinya tidak mau tahu apa akibat yang dilakukan dengan penebangan kayu untuk ukuran bantalan. Tentunya habitat satwa flora dan fauna yang di dalam hutan paling terkena dampaknya, belum diperhitungkan kedepannya, resapan air pada saat hujan agar tidak banjir dan penampungan untuk air pertanian akan hilang secara sporadis.

Entah sampai kapan kehidupan keberlangsungan satwa yang ada di dalam hutan lindung, kalau tidak sekarang, kapan lagi distop pembalakan liar? Menurut sumber yang sempat dihimpun media ini di sekitar lokasi mengatakan bahwa kayu bantalan yang ada itu diperkirakan Kayu Pinus. penebang dan yang mengangkut ke jalan belum ada yang tau, padahal di daerah ini ada petugas kehutanan yang lebih  berhak menjaga hutan, katanya diduga ada main mata dengan oknum Polisi Kehutanan aparat. 
 
Mustahil penebangan pohon pinus di hutan lindung Kecamatan Bontocani Kab.  Bone, masyarakat setempat tidak mengetahui oknum yang melakukannya. Apalagi pohon pinus diangkut hingga dipinggir jalan, secara banatalan dan gelondongan.

Aparatur Tegas Dalam Bertindak Untuk Hutan Lindung

Terkait hal itu, media ini mencoba  menghubungi Kades Bontojai A. Alimuddin  dengan nomor ponselnya untuk mengkomfirmasi terkait adanya laporan warga  bahwa di Desa Bontojai ada juga penebangan kayu pinus, menurut Alimuddin, “Itu tidak ada, pembalakan hutan. Di Desa Bontojai ada pos penjagaan Polisi Kehutanan. Dan ada Pegawai kehutanan bagian penyuluh lapangan  yang tinggal  di Tanjung yaitu Masa, Uba alias  Jon, Kepala UPTD Kehutanan Kec. Bonto Cani. Jadi apanya lagi mau diragukan, Jon itu semua jenis kayu yang berasal dari kec. Bontocani yang rencana akan diangkut ke luar seperti Makassar dan daerah lain harus diketahui pak Jon. Apakah kayu itu berasal dari mana saja,   dari kebun masyarakatkah atau dari mana?” Sedangkan menurut  Jon disaat dihubungi  wartawan media ini belum lama dikediamannya di Tanjung Kelurahan Kahu,   guna klarifikasi terkait adanya informasi  bahwa ada penebangan kayu pinus yang diduga dari hutan yang dilindungi oleh negara.

“Tidak ada masyarakat yang menebang kayu untuk ukuran bantalan,” katanya diplomatis.

Lanjutnya, tidak terlalu mengurusin kayu, apalagi mengetahui kayu yang mau diangkut ke Makassar atau ke daerah lain. Dengan spontan media ini ajukan pertanyaan, seperti apa kerjaan pak Jon selama ini, ”Begini-begini saja,  karena kami itu di bawah naungan  oleh Dinas Kehutanan,”.

Ironisnya, hutan lindung yang dilindungi negara dengan kordinasi beberapa instansi di dalamnya, kendor dalam pengawasan terhadap hutan dalam pengawasan negara. Buktinya, kayu pinus dan jenis lainnya gelondongan dalam bentuk bantalan di pinggir jalan bertumpuk sebanyak 8(delapan) kubik dibiarkan berserahkan. (DM) 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh 5ugarless. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget